Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Bercanda dan Bullying: Jangan Salah Kaprah, Ini Bedanya
(Foto: Istimewa)

Bercanda dan Bullying: Jangan Salah Kaprah, Ini Bedanya



Berita Baru, Jakarta – Kasus perundungan atau bullying di kalangan pelajar masih menjadi masalah yang kerap terjadi. Mengenai hal ini, Retno Listyarti, pemerhati anak dan mantan komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), memberikan klarifikasi bahwa penting untuk memahami perbedaan antara bercandaan dan tindakan bullying.

“Jangan dianggap sama. Kalau bercanda itu ada dua pihak yang sama-sama senang. Kalau bullying, satu senang dan satunya lagi merasa tersakiti,” kata Retno dikutip dari Medcom, Kamis (26/10/2023).

Retno menegaskan bahwa ketika salah satu pihak merasa tersakiti, tindakan tersebut tidak dapat dianggap sebagai bercanda. Rasa sakit yang dirasakan oleh korban bullying harus dihormati dan tidak boleh dianggap enteng.

Lebih lanjut, dia menyarankan agar korban bullying berani untuk mengungkapkan perasaan sakit yang mereka alami. Mereka harus mencari bantuan dan melaporkan tindakan bullying sebagai tindakan perlawanan.

“Karena jika pelaku dibiarkan tanpa tindakan, mereka tidak akan berhenti,” tambah Retno.

Dalam kasus bullying, penting bagi masyarakat dan pihak-pihak terkait untuk mengambil tindakan serius guna melindungi para korban dan mencegah tindakan semacam ini. Pemahaman yang benar tentang perbedaan antara bercanda dan bullying dapat membantu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman dan mendukung bagi semua pelajar.