WNI di Sydney dan Berlin Lakukan Salat Iduladha Berjamaah

Pelaksanaan salat Iduladha di Sydney (Foto : Kemlu)

Berita Baru, Jakarta – Umat muslim warga negara Indonesia (WNI) di Sydney melaksanakan Salat Iduladha di Masjid Al Hijrah, Sydney dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, Jumat (31/7).

“Hari Raya Idul Adha mengajarkan kita semua untuk memaknai ketaatan dan kesabaran sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail,” ujar Konjen RI di Sydney, Heru Subolo saat memberikan sambutan sebelum pelaksanaan salat.

Dalam sambutannya, Konjen Heru juga jamaah mendoakan para pemimpin, tenaga kesehatan, dan seluruh masyarakat Indonesia agar senantiasa diberikan kekuatan, kesabaran, dan perlindungan dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Sementara itu, Ustadz Romzy Ali dalam khutbahnya menyampaikan kepada para jamaah untuk senantiasa berbuat kebaikan dan menolong siapapun yang membutuhkan bantuan, terutama dalam menghadapi situasi pandemi.

Pelaksanaan Salat Iduladha di Masjid Al Hijrah tidak hanya diikuti oleh masyarakat dan diaspora Indonesia, tetapi juga oleh warga muslim lainnya. Pelaksanaan salat tahun ini dikoordinasikan oleh sejumlah komunitas muslim, termasuk oleh komunitas muslim Indonesia, Center for Islamic Dakwah and Education.

Berita Terkait :  Dukung Aksi Mahasiswa, FITRA Keluarkan 5 Poin Pernyataan Sikap

Salat Iduladha di Berlin, Jerman

Lebih lanjut, KBRI Berlin, Jerman juga menyelenggarakan Salat Iduladha bagi masyarakat Indonesia di Berlin dan sekitarnya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat di KBRI Berlin dan Masjid Indonesia Al Falah.

Setiap jemaah diwajibkan untuk membawa sajadah masing-masing dan wajib menggunakan masker. Selain itu, jarak antar jemaah juga diatur. Masing-masing shaff telah ditandai dengan nomor yang jaraknya 1,5 meter antara satu sama lain.

Salat Iduadha yang dipimpin oleh Ustad Amru Rizal Razani menampung jamaah sekitar 155 orang. Sementara di Mesjid Indonesia Al Falah yang dipimpin oleh Ustad Muahammad Ihsan Karimi, mampu menampung sekitar 70 orang jemaah.

Uniknya para jemaah juga diwajibkan untuk melakukan pendaftaran secar daring sebelumnya untuk menjamin kuota di masing-masing lokasi tidak terlampau.

“Idulfitri tahun ini, kita tidak menyelenggarakan salat di KBRI karena memang situasinya yang belum memungkinkan. Sebagai gantinya, kita distribusikan sembako dan santapan lebaran kepada mahasiswa/pelajar yang ada di sini,” jelas Duta Besar Indonesia untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno.

Berita Terkait :  Presiden Salat Iduladha di Halaman Wisma Bayurini

“Alhamdulillah, pada Iduladha ini situasinya membaik, dan sesuai standar protokol kesehatan kita bisa menyelenggarakan salat Iduladha di KBRI. Kita juga bagikan makanan khas idul adha kepada jemaah yang hadir, baik di KBRI maupun di Mesjid Indonesia,” pungkasnya.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan