Virus Korona dan Industri Film Dewasa

(Foto: Indozone)

Berita Baru, Internasional – Secara keseluruhan, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pandemi COVID-19 sejauh ini telah menginfeksi lebih dari 182.000 orang di lebih dari 100 negara, dan telah menyebabkan lebih dari 7.100 orang meninggal. Beberapa negara telah melakukan pembatasan sosial (social distancing) dan menyarankan orang untuk tetap tinggal di dalam rumah (karantina wilayah).

Dengan adanya saran tersebut, di seluruh dunia mulai banyak yang berdiam di rumah. Tak banyak kegiatan yang dilakukan di dalam rumah. Karena itu, beberapa hari yang lalu, salah satu situs porno terbesar mengambil kesempatan itu untuk menawarkan paket premium secara gratis kepada pengguna situs yang berada di Italia, di mana warganya sedang berjuang melawan epidemi Covid-19.

Namun, tampaknya pandemi virus korona juga memengaruhi bisnis pornografi. Hal itu dikarenakan distributor film dewasa terkemuka Amerika, Free Speech Coalition (FSC), menyerukan penghentian produksi film dewasa di seluruh Amerika Utara secara sukarela selama dua minggu.

Sebagai sebuah asosiasi perdagangan nirlaba industri pornografi dan hiburan dewasa di Amerika Serikat, FSC mengikuti saran dari badan federal, yakni Centres for Disease Control and Prevention, yang menyarankan orang-orang di seluruh Amerika Serikat untuk membatalkan atau menunda pertemuan lebih dari satu.

Berita Terkait :  Perdana Menteri Lebanon Minta Negara-negara Sahabat Mengirim Bantuan

Dengan demikian, dari adanya penghentian tersebut akan dapat mengurangi jumlah pengunjung situs web mereka.

“Kami meminta produsen membatalkan semua pemotretan hingga 31 Maret, dan merekomendasikan agar para pemain segera berhenti melakukan syuting dengan mitra yang bukan bagian dari rumah tangga mereka,”ujar FSC dalam sebuah pernyataan.

Mike Stabile selaku Direktur Komunikasi FSC mengatakan kepada BuzzFeed News bahwa seruan untuk menutup prduksi film itu mempengaruhi sekitar 2.000 pemain dan mayoritas perusahaan produksi film dewasa di Amerika Utara yang menggunakan pengujian dengan sistem PASS (Performer Availability Screening Services), sebuah sistem yang menyaring infeksi penyakit seksual menular.

“Sementara kami menyerukan penghentian produksisegera.Kami tidak ingin memperburuk situasi dan demi menjaga kesehatan komunitas kami,”ujar pernyataan itu.

Seperti dilansir dari Sputnik, Rabu (18/3), para pemain diharuskan untuk mengambil panel tes STI atau tes Infeksi Menular Seksual (IMS) setiap dua minggu dan tidak diizinkan untuk bekerja jika tes tersebut positif atau gagal untuk mengikuti tes. Sesuai laporan, beberapa perusahaan produksi telah memutuskan untuk menunda produksi dan operasi film dewasa.

Berita Terkait :  Trump Sebut Berita Kematian Pertama Corona di AS “Hoaks dari Demokrat"

Pandemi telah mendorong banyak negara di seluruh dunia untuk mengumumkan keadaan darurat nasional, meningkatkan kontrol perbatasan, menyarankan karantina wilayah serta melakukan pembatasan sosial.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan