Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Turunkan Stunting, Ketua TP PKK Gresik Kunjungi Kampung KB di Yogyakarta

Turunkan Stunting, Ketua TP PKK Gresik Kunjungi Kampung KB di Yogyakarta



Berita Baru, Gresik – Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kabupaten Gresik Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani melakukan kunjungan kerja di kampung Keluarga Berencana (KB) di Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kunjungan kerja ini dalam rangka workshop Bangga Kencana bagi mitra kerja dengan tema ‘Optimalisasi Mitra Kerja Dalam Program Pembangunan Keluarga dan Fasilitasi Pelayanan KB Sebagai Upaya Penurunan Stunting’.

Tiba di Kantor Desa Wedomartani, Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani beserta rombongan disambut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sleman, Suci Iriani Sinuraya, Camat Ngemplak Sumariyah, Kepala Desa Wedomartani Teguh Budianto beserta perangkat.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman, Suci Iriani Sinuraya menyampaikan, Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh yang paling dasar akibat kekurangan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan anak.

Kondisi ini, lanjut dia, berefek jangka panjang hingga anak dewasa dan lanjut usia. Di Kabupaten Sleman, angka kasus stunting masih cukup tinggi dan menjadi prioritas utama penanganan.

Suci menjelaskan, Pemkab Sleman berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam mencapai target penurunan prevalensi stunting menjadi 14% pada 2024.

“Sebagai bentuk komitmen, Pemkab telah menetapkan sejumlah regulasi untuk akselerasi pencapaian target penurunan stunting,” terangnya.

Salah satu inovasi yang dilakukan Pemkab Sleman, ujar dia, yakni meluncurkan program Pecah Ranting Hiburane Rakyat atau Pencegahan Rawan Stunting, Hilangkan Gizi Buruk dan Tingkatkan Ekonomi Rakyat.

“Dengan inovasi tersebut berhasil meningkatkan status gizi ibu hamil Kekurangan Energi Kronis [KEK] sebesar 50% serta menekan angka stunting di Sleman, sehingga satu dari lima balita beresiko stunting di Sleman dapat berstatus normal,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik, Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani menyampaikan, maksud dan tujuan kedatangannya di Kampung KB Desa Wedomartani Kabupaten Sleman bersama rombongan adalah untuk belajar bersama, dimana Kabupaten Sleman angka stunting 6,8 persen terhitung rendah.

“kita akan melihat dan pelajari kemudian nantinya akan kita terapkan di Kabupaten Gresik. Kasus Stunting yang bersifat dinamis tentu membutuhkan kinerja ekstra dalam penanganannya,” ungkap perempuan yang akrab disapa Neng Nurul itu.

Neng Nurul berharap, sinergi dan kerjasama dalam upaya penurunan angka Stunting dapat memberikan efek domino untuk memajukan Pembangunan di wilayah Kabupaten Gresik.

Kepala Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik Saifudin Ghozali menambahkan, penurunan stunting merupakan tugas yang harus ditangani bersama-sama. Karenanya, Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen mendukung program pemerintah dalam rangka mencapai target penurunan prevalensi stunting menjadi 14 persen pada 2024 mendatang.

“Kami belajar bersama sama disini dan kami optimis bagaimana angka stunting di Kabupaten Gresik segera dapat diturunkan,” pungkasnya.

Turut mendampingi Ketua TP PKK Kabupaten Gresik, Kepala Dinas Kesehatan Mukhibatul Khusnah, Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Saifudin Ghozali, Tenaga ahli Bupati Fais Abdala serta jajaran Dinas KBPPPA dan TPP PKK Gresik.