Trump Sebut Kematian Soleimani untuk Menghindari Peperangan

Soleimani

Berita Baru, Internasonal – Presiden Donald Trump mengatakan Amerika tidak menginginkan peperangan dengan Iran. Pernyataan itu diungkapkan kurang dari sehari setelah AS meluncurkan serangan udara yang menewaskan jenderal Qasem Soleimani.

Tetapi AS siap untuk mengambil tindakan apa pun jika Iran mengancam nyawa (warga) Amerika, tambah Trump.

“Tindakan yang kami ambil tadi malam adalah untuk menghentikan perang,” kata presiden dalam pidato pertamanya yang disiarkan stasiun televisi sejak kematian Soleimani diumumkan Kamis malam.

“Kami tidak mengambil tindakan untuk memulai perang,” tegas Trump, di resort miliknya, Mar-a-Lago, di Palm Beach, Florida, Jumat (03/01).

“Soleimani menjadikan kematian orang-orang tak berdosa sebagai hasrat sakitnya, kami menangkap aksinya dan menghentikannya,” kata Trump.

Dilansir dari CNBC, Sabtu (4/1), Soleimani, pimpinan unit pasukan khusus pengawal revolusi elit Iran, telah menjadi tokoh kunci dalam politik Iran dan Timur Tengah. Dia dan seorang pembantunya terbunuh dalam serangan udara AS di bandara internasional Baghdad.

Kematian mereka membuat hubungan AS dan Iran semakin memanas. Banyak pihak khawatir akan memicu pembalasan dari Iran dan pasukan proksi.

Menjelang serangan yang berlangsung hari Kamis, Departemen Pertahanan mengeluarkan pernyataan yang menyebut bahwa serangan itu ditujukan untuk menghalangi rencana serangan Iran di masa depan.

Pejabat senior Departemen Luar Negeri mengatakan kepada wartawan pada Jumat (3/1), bahwa Soleimani telah merencanakan serangan yang menargetkan para diplomat dan personel militer AS di Irak, Suriah, Lebanon, dan bagian lain di Timur Tengah.

Setelah serangan drone yang diluncurkan AS, Trump menyetujui pengiriman 3.500 pasukan pada hari Jumat ke Timur Tengah.

Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini