Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Ilustrasi: Pedagang memperlihatkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) saat pencanangan digitalisasi pasar tradisional di Pasar Pamenang Pare, Kediri, Jawa Timur, Rabu (9/11/2022). ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/nz
Ilustrasi: Pedagang memperlihatkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) saat pencanangan digitalisasi pasar tradisional di Pasar Pamenang Pare, Kediri, Jawa Timur, Rabu (9/11/2022). ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/nz

Transaksi QRIS di Indonesia Mencapai Rp5.098 Triliun



Berita Baru, Jakarta – Bank Indonesia (BI) telah mencatat prestasi luar biasa dalam perkembangan transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Indonesia. Nilai transaksi QRIS mencapai Rp5.098,46 triliun pada bulan Agustus 2023, dan pertumbuhan tersebut mencapai 28,38 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengungkapkan prestasi ini dalam konferensi pers, dan ia menegaskan bahwa pertumbuhan ini didukung oleh jumlah pengguna QRIS yang mencapai 40,05 juta orang, serta jumlah merchant sebanyak 28,38 juta yang sebagian besar diantaranya adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Perry Warjiyo menekankan bahwa sistem pembayaran digital telah memberikan kontribusi yang kuat pada ekonomi dan keuangan digital Indonesia.

“Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap kuat didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal,” kata Perry dikutip dari CNNIndonesia.com, Jumat (22/9/2023).

Selain itu, nilai transaksi uang elektronik (UE) juga mengalami peningkatan sebesar 8,62 persen (yoy) menjadi Rp38,51 triliun pada Agustus 2023. Begitu pula dengan nilai transaksi di sektor perbankan digital yang tumbuh sebesar 11,87 persen (yoy) mencapai Rp5.098,46 triliun.

Perry Warjiyo menyampaikan komitmen BI untuk terus memacu akselerasi digitalisasi sistem pembayaran serta kerja sama antarnegara dalam upaya meningkatkan inklusi ekonomi keuangan serta perluasan ekonomi dan keuangan digital. Namun, ia juga mencatat bahwa nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debit, dan kartu kredit mengalami penurunan sebesar 6 persen (yoy) mencapai Rp679,16 triliun.

Dalam pengelolaan uang rupiah, Perry Warjiyo mencatat bahwa jumlah uang kartal yang beredar (UYD) mengalami peningkatan sebesar 4,66 persen (yoy) menjadi Rp944,70 triliun pada Agustus 2023. Ia menjelaskan bahwa BI terus memastikan ketersediaan uang rupiah dengan kualitas yang terjaga di seluruh Indonesia, termasuk daerah terluar, terdepan, dan terpencil (3T).