Tanggul Anak Sungai Kalibener di Purwokerto Jebol

-

Berita Baru, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali menginformasikan terjadinya bencana alam di tanah air. Peristiwa tersebut adalah jebolnya tanggul anak sungai Kalibener yang menyebabkan perumahan di Kecamatan Purwokerto terendam banjir, Sabtu (10/4).

“Luapan anak sungai Kalibener menyebabkan tanggul yang berbatasan dengan perumahan Karang Pucung Permai di Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas jebol,” tulis Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati di laman resmi BNPB, Minggu (11/4).

Raditya menyebutkan, jebolnya tanggul disebabkan karena tingginya curah hujan selama lebih dari 3 jam yang mengguyur wilayah Kecamatan Purwokerto Selatan.

“Menurut laporan Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, jebolnya tanggul menyebabkan sedikitnya 15 unit rumah warga di area perumahan terendam banjir dengan ketinggian 90cm hingga 150cm,” terangnya.

Dalam laporannya, Raditya mengatakan bahwa terdapat satu keluarga yang terdiri 3 orang diungsikan, karena lokasi rumah dekat dengan tembok tanggul yang jebol.

“Hingga saat ini BPBD Banyumas terus berkoordinasi dengan Koramil Purwokerto Selatan, Polsek Purwokerto Selatan, Perangkat Kelurahan Karangpucung, Tagana, BHV dan relawan gabungan untuk meninjau lokasi, melakukan pendataan dan evakuasi korban terdampak,” ungkap Raditya.

Raditya juga menyampaikan, banjir mulai surut sejak pukul 10.00 WIB (Minggu/11/4) dan dilakukan kerjabakti pembuatan tanggul sementara untuk mengantisipasi adanya banjir susulan.

Berdasarkan prakiraan cuaca, lanjutnya, kota Purwokerto masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, sampai Selasa depan (13/4), berdasarkan prakiraan cuaca tiga harian di website BMKG.

“Masyarakat diharapkan untuk tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya susulan,” tukas Raditya. (MKR)

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments