Berita

 Network

 Partner

Taliban Berjanji akan Memberikan Perempuan Kursi di Pemerintahan
(Foto: Getty Images)

Taliban Berjanji akan Memberikan Perempuan Kursi di Pemerintahan

Berita Baru, Internasional – Juru bicara Taliban, Zahibullah Mujahid, mengatakan bahwa pemerintahan baru Afghanistan akan memebrikan kursi untuk perempuan.

Pada hari Selasa (7/9), Taliban mengumumkan pemerintah sementara Afghanistan yang tidak memiliki menteri wanita.

“Pemerintahan ini sementara. Kami akan memiliki pos untuk perempuan dengan menghormati hukum Syariah. Ini adalah permulaan, tetapi kami akan mencari kursi untuk perempuan. Mereka dapat menjadi bagian dari pemerintahan. Ini akan menjadi tahap kedua,” Mujahid mengatakan kepada penyiar BFMTV pada Rabu malam.

Pada hari Rabu, penduduk Kabul melakukan protes di daerah Dashte Barchi di bagian barat Kabul, menuntut untuk memastikan partisipasi perempuan dalam memerintah negara. Pada saat yang sama, para wanita berunjuk rasa di Kunduz untuk mendukung pemerintah sementara Afghanistan, kata seorang sumber kepada Sputnik.

Berita Terkait :  Uni Eropa Buka Perbatasan, Berikut Syarat Masuk

Seperti dilansir dari Sputnik News, organisasi Wanita PBB mengatakan bahwa mereka “sangat kecewa” pada komposisi pemerintah Afghanistan yang baru, karena tidak ada wanita. Kelompok itu menambahkan bahwa mereka telah menerima banyak laporan tentang perempuan yang dilarang meninggalkan rumah meski untuk pergi bekerja atau menyelesaikan tugas sehari-hari.

Pemimpin Taliban, Hibatullah Akhundzada, sebelumnya mengatakan bahwa Afghanistan akan diatur oleh hukum Syariah, dan menambahkan bahwa hak asasi manusia dan minoritas akan dilindungi “dalam kerangka Islam.”