Berita

 Network

 Partner

Sri Mulyani Catat Per Mei 2021 Pembiayaan APBN 2021 Capai Rp 309,3 Triliun

Sri Mulyani Catat Per Mei 2021 Pembiayaan APBN 2021 Capai Rp 309,3 Triliun

Berita Baru, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencatat, pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 dari awal tahun 2021 hingga 31 Mei 2021 mencapai Rp 309,3 triliun. Ini setara 30,7 persen dari pagu yang sebesar Rp 1.006,4 triliun.

Menurut Sri Mulyani meskipun demikian, capaian tersebut masih lebih kecil dari realisasi pada periode yang sama tahun lalu, alias turun 13,57 persen yoy. 

“Terutama untuk menutup defisit APBN 2021 yang kami perkirakan sebesar 5,7 persen dari PDB,” kata Sri Mulyani konferensi pers APBN KITA secara virtual dikutip kanal YouTube Ministry of Finance Republic of Indonesia, Senin (21/6/2021).

Sri Mulyani menjelaskan, pembiayaan anggaran ini terdiri dari pembiayaan utang yang tercatat Rp 330,1 triliun atau mencapai 28,0 persen dari pagu APBN yang sebesar Rp 1.177,4 triliun. 

Berita Terkait :  Indeks Harga Perdagangan Besar Naik 0,18 Persen pada Februari 2021

Kemudian, lanjut Sri Mulyani, pembiayaan investasi tercatat Rp 22,6 triliun atau sebesar 12,2 persen dari pagu APBN yang sebesar Rp 184,5 triliun. 

Selanjutnya, Sri Mulyani mengungkapkan pemerintah juga telah melakukan pemberian pinjaman sebesar Rp 1,7 triliun atau tercatat 380,2 persen dari pagu APBN yang sebesar Rp 0,4 triliun. 

Sementara untuk pembiayaan lainnya tercatat Rp 0,1 triliun atau baru mencapai 0,3 persen dari pagu APBN yang sebesar Rp 15,8 triliun. 

Adapun, target pembiayaan dipenuhi umumnya dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN). Salah satunya, dari penerbitan SBN yang ditangkap oleh Bank Indonesia (BI). 

Sri Mulyani menyebut, pembelian SBN oleh BI sebesar Rp 116,26 triliun. Namun, Sri Mulyani tak ingin terlalu tergantung dengan pembelian oleh bank sentral. Ia melihat ke depan, pembelian SBN oleh BI bisa menurun. 

Berita Terkait :  RUU Omnibus Law Cipta Kerja, Menko Polhukam : Masih Bisa Diperbaiki

“Tentu dengan kondisi pasar SBN makin stabil dan baik, maka ketergantungan pada pembiayaan yang berasal dari BI mungkin secara bertahap bisa diturunkan,” pungkas Sri Mulyani.