Berita

 Network

 Partner

SpaceX dan NASA Bersiap Luncurkan Program Anti-Armageddon

SpaceX dan NASA Bersiap Luncurkan Program Anti-Armageddon

Berita Baru, Inovasi SpaceX dan NASA bekerja sama untuk menguji program Tes Pengalihan Asteroid Ganda (DART) pada tanggal 23 November pukul 22:21 waktu setempat.

Sebelumnya ada banyak cerita selama bertahun-tahun tentang bagaimana asteroid hampir menabrak Bumi. Yang terbaru adalah bulan lalu ketika lintasan asteroid melewati Antartika dalam jarak 1.800 mil dari Bumi, yang menjadikannya salah satu pertemuan terdekat yang pernah terjadi hingga saat ini.

Namun, bagaimana jika suatu saat lintasan asteroid bertabrakan dengan Bumi?

Itulah alasan dijalankannya program pengalihan jalur asteroid  oleh SpaceX dan NASA yang akan datang.

“Tes api statis selesai – menargetkan Selasa, 23 November pukul 10:21 malam. PT untuk Falcon 9 meluncurkan Uji Pengalihan Asteroid Ganda @NASA,” ungkap SpaceX dalam sebuah tweet, dikutip Berita Baru, Selasa (23/11/21).

Dilansir dari Reuters, dalam program tersebut pesawat ruang angkasa akan sengaja diluncurkan menabrak asteroid untuk melihat apakah tabrakan itu akan cukup efektif untuk mengubah jalur asteroid jika suatu hari ia dimungkinkan berada di jalur yang langsung menuju Bumi.

Berita Terkait :  Pandemi, Begini Cara Unik Band Rock Jerman Gelar Konser

“NASA akan dengan sengaja menabrakkan pesawat ruang angkasa DART ke asteroid untuk melihat apakah itu cara yang efektif untuk mengubah arahnya, seandainya asteroid yang mengancam Bumi ditemukan di masa depan,” tulis SpaceX dalam tweet selanjutnya.

Operasi pengubahan jalur asteroid itu sendiri diperkirakan akan terjadi pada 2 Oktober 2022 di mana pesawat ruang angkasa itu diperkirakan akan mencegat asteroid biner yang dikenal sebagai Didymos.

Namun perlu diingat bahwa Didymos hanya dipilih sebagai subjek uji untuk DART, dan bukanlah asteroid yang berpotensi menabrak bumi.

Hingga saat ini, NASA telah mengidentifikasi setidaknya 23 objek yang berpotensi bertabrakan dengan planet kita dalam 100 tahun ke depan.

Berita Terkait :  Arab Saudi Tekankan Pengurangan Produksi Minyak