Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Mahmoud Abbas
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas.

Mahmoud Abbas Ancam Hentikan Perjanjian dengan Israel

Beritabaru.co, Internasional. – Presiden Palestina, Mahmoud Abbas mengatakan negaranya tidak akan lagi mematuhi perjanjian yang telah dibuat dengan Israel. Berita itu muncul setelah Israel merobohkan gedung-gedung Palestina yang katanya (Israel) dibangun secara ilegal di tepi Yerusalem.

Perjanjian yang ditandatangani selama 25 tahun terakhir mencakup banyak bidang kegiatan, termasuk kerja sama keamanan.

Mahmoud Abbas mengatakan sebuah komite akan dibentuk untuk mengetahui bagaimana penerapan keputusan tersebut.

Ketegangan antara Israel dan Palestina telah meningkat dalam beberapa hari terakhir setelah pembongkaran bangunan di Wadi Hummus (area Sur Baher). Bangunan itu dibongkar dengan alasan terlalu dekat dengan penghalang Tepi Barat, sebagaimana dikatakan Mahkamah Agung Israel.

Insiden perobohan bangunan Palestina oleh Israel yang menyebabkan 17 orang kehilangan tempat tinggal itu menuai protes Internasional. Abbas menyalahkan Israel dan menuduhnya telah mengingkari perjanjian terlebih dahulu.

“Mengingat desakan untuk menolak semua perjanjian yang ditandatangani dan kewajiban mereka, kami mengumumkan keputusan kepemimpinan untuk berhenti bekerja sesuai dengan perjanjian yang ditandatangani dengan pihak Israel,” dikutip dari kantor berita resmi Palestina, Wafa.

Tidak jelas apa arti keputusan terbaru itu dalam praktiknya. Akankah juga meluas ke pengakuan Palestina atas Israel itu sendiri–kunci utama perjanjian damai Oslo 1993, meletakkan dasar bagi pemerintahan independen Palestina di wilayah-wilayah pendudukan Tepi Barat, Yerusalem Timur dan Jalur Gaza.

Abbas sebelumnya mengancam akan membatalkan perjanjian masa lalu dengan Israel tetapi belum pernah terealisasi.

Israel di masa lalu telah memperingatkan bahwa membatalkan perjanjian dapat menyebabkan runtuhnya Otoritas Palestina atau pemerintah de facto Palestina.

Penulis : Nafisa Fiana
Sumber  : BBC