Santri Harus Jadi Penyebar Narasi Perdamaian

-

Beritabaru.co, Jakarta. – Baru-baru Wahid Foundation merilis hasil survey bahwa terdapat 57,1 persen kelompok yang bersikap tidak toleran terhadap kelompok lain yang tidak mereka sukai. Di sisi lain jumlah kelompok yang mendukung ide jihad dengan cara kekerasan berjumlah 13,2 persen.

Wahid Foundation sendiri merupakan lembaga non pemerintah yang senantiasa bekerja untuk memajukan pengembangan toleransi, keberagaman dalam masyarakat Indonesia, meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin, membangun demokrasi dan keadilan fundamental, dan memperluas nilai-nilai perdamaian dan non-kekerasan di Indonesia dan di seluruh dunia. 

Yenny Wahid, Direktur Wahid Foundation mengatakan bahwa meningkatnya intoleransi dan radikalisme harus dilawan oleh pihak yang tepat dan kompeten. Menurutnya, kelompok santri merupakan aktor penting tersebut.

“Santri memiliki kualitas untuk mengisi ruang publik dengan narasi moderasi keagamaan. Terlebih di tengah arus ujaran kebencian yang kian menguat”. Tutur Yenny dalam sambutannya pada acara Muslimah for Change Training dan Workshop Komunitas Pesantren, di Bogor, Rabu (17/7).

Di tengah maraknya penyebaran narasi kebencian, intoleransi dan radikalisme yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu di dunia maya, Yenny berpendapat agar para santri turut ambil bagian untuk menghadapinya.

“Santri jangan hanya jadi silent majority, tapiharus terlibat di ruang -ruang publik dengan menyebarkan narasi perdamaian”. Tutur putri kedua Gus Dur itu menjelaskan. [Dafit]

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments