Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Saham Jepang
(Foto : Antara News)

Saham Jepang dan China Melemah, Investor Menunggu High Speed



Berita Baru, Internasional – Saham Nikkei Jepang mengalami penurunan pada hari Rabu (25/12) bersamaan dengan melemahnya Nissan. Kabarnya, direktur Nissan yang bertugas mengawsi pembuatan mobil bermasalah, sehingga ia memutuskan untuk mengundurkan diri.

Dilansir dari CNBC, Rabu (265/12) Nikkei 225 mengalami pelemahan sekitar 0,17% sementara Topix 0,42%.  Banyak pasar Asia yang ditutup saat Natal, termasuk Korea Selatan, Australia, dan Hong Kong.

Sementara itu, Nissan Motor turun 2,2% ke level terendah dalam hampir empat bulan, setelah Jun Seki, wakil kepala operasi dan mantan pesaing CEO meninggalkan perusahaan untuk menjadi presiden Nidec Corp.

Keputusan Jun Seki untuk meninggalkan perusahaan dirasakan sebagai sebuah pukulan. Pasalnya, kepergian mantan ketua, Charlos Ghosn, cukup membuat penjualan menurun dan merosot jauh. Hal itu, disayangkan untuk terulang kembali.

Saham Nissan menandai penurunan terbesar di antara 225 konstituen dari rata-rata Nikkei. Saham Nidec turun 0,1%. Shimamura anjlok 7,1% setelah pengecer pakaian memotong estimasi laba untuk tahun ini hingga Februari sebanyak 25%,. Sugi Holdings kehilangan 6,7% setelah pendapatan kuartalan operator rantai toko obat itu jauh dari harapan pasar yang kuat.

Japan Post Insurance turun 2,1% dan induknya, Japan Post Holdings, turun 0,3% di tengah laporan media bahwa CEO Japan Post Holdings dan dua eksekutif top di Japan Post Insurance akan mengundurkan diri minggu ini karena penjualan kebijakan asuransi yang tidak tepat.

Japan Post Insurance telah rusak akibat skandal selama berbulan-bulan dan sahamnya telah kehilangan hampir 30% dari nilainya sejauh tahun ini.

Pasar China menurun pada Rabu siang, setelah sebelumnya pada hari Selasa naik dari penurunan yang terjadi awal bulan ini.

Sementara itu, Beijing-Shanghai High Speed ​​Railway mengeluarkan prospektus pada hari Rabu untuk IPO Shanghai-nya, yang disebut memiliki potensi terbesar di daratan China dalam hampir 10 tahun.