Berita

 Network

 Partner

RSI Nyai Ageng Pinatih Gresik Diresmikan

RSI Nyai Ageng Pinatih Gresik Diresmikan

Berita Baru, Gresik – Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Nyai Ageng Pinatih yang terletak di jalan KH. Abdul Karim No. 76 Pakelingan bertransformasi menjadi Rumah Sakit Islam. Transformasi rumah sakit ini ditandai dengan peresmian pembangunan yang dihadiri langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Sabtu (09/10).

Dulunya, rumah sakit di bawah naungan Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) ini memulai pembangunannya sejak tahun 2020 hingga akhirnya rampung dan bertransformasi menjadi Rumah Sakit Umum Kelas C. Seiring dengan transformasi tersebut, sarana prasarana dan fasilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat pun kian meningkat.

Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya, Prof. DR. Ir. H. Muhammad Nuh membuka acara peresmian. Prof Nuh memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergitas dan kekompakan yang baik dari berbagai pihak, baik MWC NU, masyarakat dan terutama Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik. 

Berita Terkait :  Akibat COVID-19, Kota Tidore Selenggarakan Musrenbang Secara Online

Dikatakan, saat ini Rumah Sakit Islam Nyai Ageng Pinatih (RSI NAP) mengalami perluasan lahan dari yang awalnya 2.500 m², menjadi 2.800 m². Dengan bangunan 4 lantai seluas s4.500 m², RSI NAP mengusung konsep small in modernity yaitu kecil tetapi modern.

“Untuk rumah sakit islam Nyai Ageng Pinatih ini memiliki ruang operasi yang bisa bersaing dengan rumah sakit yang lain,” kata Prof Nuh. 

Prof Nuh menambahkan, pembangunan dan transformasi RSI NAP ini merupakan salah satu living monumen yang dibuat dalam rangka 100 tahun NU. 

“Kita tidak akan membuat tugu, tetapi kita akan membuat lembaga kesehatan, lembaga pendidikan, lembaga ekonomi. Ini sebagai bukti bahwa kehadiran NU mampu memberikan manfaat yang jauh lebih dahsyat lagi,” tambahnya. 

Berita Terkait :  Resmi Ditutup, Tujuh Pejabat Daftarkan Diri Seleksi Terbuka Sekda Gresik

Sementara Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergitas berbagai pihak dalam hal kemaslahatan umat. 

“Di era pandemi Covid-19 ini kita mampu berdiri bersama-sama, kekompakan, sinergitas, kolaborasi yang tinggi sehingga Rumah Sakit Islam Nyai Ageng Pinatih ini bisa berdiri,” ujar Bupati Gus Yani. 

Bupati Gus Yani berpesan kepada seluruh MWC di Kabupaten Gresik untuk bergeser dalam pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. 

“Saya berharap MWC memiliki klinik-klinik kecil yang bisa bersinergi dengan Rumah Sakit Islam Nyai Ageng Pinatih,” pesannya. 

Menurutnya, yang harus dikedepankan di era pandemi saat ini adalah pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. 

“Mudah-mudahan ini bisa segera diawali di semua MWC Kabupaten Gresik, dan untuk Rumah sakit Islam Nyai Ageng Pinatih semoga bisa bermanfaat kepada masyarakat,” tandas Bupati Gus Yani. 

Berita Terkait :  Cegah Monopoli Usaha, KPPU Gandeng PBNU dan HPN

Senada dengan Bupati, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dr. Erwin Ashta Triyono, yang hadir juga menggarisbawahi pentingnya pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Ia menambahkan bahwa perkembangan kebutuhan layanan dunia kesehatan butuh rumah sakit yang berkualitas, cepat, tepat dan akurat. 

“Dengan adanya rumah sakit yang memanfaatkan teknologi, cepat dan tepat merupakan nilai tambah sehingga nantinya bisa menambah derajat kesehatan masyarakat,” ungkapnya. 

Selepas prosesi sambutan dan penandatanganan prasasti, Bupati Gus Yani beserta hadirin berkeliling Rumah Sakit untuk melihat sarana prasarana dan fasilitas yang ada. 

Tampak hadir bersama Bupati Yani, Rois Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar, Syuriah PBNU KH. Ali Agus Masyhuri, Ketua Tanfidiyah PBNU KH. Marzuki Mustamar, Sekretaris Daerah Gresik Achmad Washil, Plt Kadinkes Gresik Dr. Mukhibatul Khusnah, Camat Gresik Agung Endro.