Roro Talks: Media Baru Dyah Roro Esti Berbagi Ilmu di Masa Pandemi

-

Berita Baru, Jakarta – Anggota DPR RI Dyah Roro Esti manfaatkan perkembangan teknologi sebagai ruang aktivitas berbagi ilmu pengetahuan di tengah kebijakan PPKM Darurat Jawa-Bali.

Melalui media sosial pribadinya, Legislator Muda Golkar itu adakan talkshow “Roro Talks” dengan tema “Woman in Politics” dalam fitur IG Live Instagram pada Rabu, 7 Juli 2021.

Dengan mengangkat isu SDG 5: Kesetaraan Gender, Dalam talkshownya, Roro Esti mengundang Anggota Komisi X DPR RI, Krisdayanti, dan Politisi Muda dari Partai Solidaritas Indonesia, Tsamara Amany Alatas.

“Roro Talks merupakan sebuah platform diskusi dengan tujuan untuk berbagi ilmu, membahas topik-topik yang berkaitan erat dengan The Sustainable Development Goals (SDGs), isu sustainability secara keseluruhan, hingga kepemudaan,” kata inisiator Roro Talks, Dyah Roro Esti dalam pers rilis yang diterima Beritabaru.co, Minggu (11/7).

Dalam kesempatan itu, Roro Esti mengungkap bahwa keterwakilan perempuan di parlemen di harapkan memenuhi kuota 30% sesuai dengan yang tertera pada UU Pemilu No 12 Th 2004.

“Namun, pada periode 2019-2024 per Januari 2021 terdapat 123 jumlah perempuan di DPR RI, yakni mencakup 21,39% hingga masih tergolong di bawah target,” jelasnya.

Roro Esti berpendapat, ada beberapa keunggulan dengan hadirnya perempuan di parlemen, diantaranya adalah kecenderungan para perempuan dalam memperjuangkan hak-hak perempuan, hingga merumuskan kebijakan yang bersifat long term dan langsung berdampak pada generasi penerus bangsa.

Ia mencontohkan, seperti yang saat ini di bahas di Komisi VII dengan adanya pembahasan RUU EBT, dengan harapan dapat ikutserta dalam menciptakan masa depan yang berkelanjutan.

“Ada tiga poin, pertama, perempuan punya kecenderungan untuk mendorong equal rights. Kedua, perempuan mempunyai kecenderungan mendorong kebijakan yang bersifat long term. Dan yang terakhir, perempuan mempunyai kecenderungan menggunakan hati dan memiliki sensitifitas untuk memperjuangkan dan menjalankan tugasnya” terangnya.

Dalam Roro Talks, Krisdayanti dan Tsamara menyampaikan pandangan masing-masing mengenai kiprah perempuan di dunia politik dan isu-isu yang melingkupinya. Krisdayanti menuturkan, karirnya di politik diawali dengan niatan yang besar untuk membangun bangsa.

“Ya ini berkah yang luar biasa, kesempatan yang luar biasa dan gak semua punya kesempatan ini. Jadi kalo kita bawa politik ini untuk sesuatu kebaikan walaupun dari sudut pandang yang berbeda A bilang ini B bilang itu tapi tujuannya semuanya untuk kebaikan bangsa kita kenapa engga? Kita bergerak bergotong royong InshaAllah kita akan bisa mencapai sebuah kebaikkan untuk bangsa kita,” papar Krisdayanti.

Sebagai seorang public figure, Krisdayanti melihat sebagai kesempatan untuk memulai kiprah di dunia politik dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, sesuai lingkupnya di Komisi IX yang membidangi kesehatan, ketenagakerjaan dan kependudukan.

KD, sapaan akarabnya, menyampaikan upaya yang di lakukan dalam mem-balance kehidupa pribadinya sebagai politisi, penyanyi dan ibu serta istri, menegaskan bahwa seorang perempuan memiliki multiple peran yang tidak kalah penting satu sama lain.

Adapun Tsamara, menceritakan bahwa dirinya memiliki ketertarikan di bidang politik karena bisa mengambil peran secara langsung dalam memutuskan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat.

“Menjadi politisi itu artinya gampangnya satu tanda tangan atau satu statement atau satu dorongan politis itu sangat efektif gitu dibanding dengan gerakan-gerakan diluar politik, ada efektifitasnya tetapi tidak sefektif politik” kata Tsamara.

Namun begitu, Politisi PSI itu tidak memungkiri bahwa partai politik juga tidak luput dari adanya kekurangan. “Mereka yang terjun di dunia politik harus berkompromi antara realita dengan idealisme mereka agar mampu menghasilkan kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat,” terangnya.

Tsamara juga berbagi harap kepada para politisi di parlemen untuk dapat memperjuangkan RUU PKS yang sangat marak di bahas dan di nantikan oleh masyarakat guna melindungi perempuan-perempuan Indonesia.

Roro, KD dan Tsamara berharap, kesetaraan gender dalam politik di Indonesia perlahan dapat membaik serta menjadi jalan kesejahteraan bagi perempuan pada khususnya, dan kemakmuran bangsa Indonesia pada umumnya.

Berita Terkait :  Ombudsman Temukan Potensi Maladministrasi dalam Rencana Impor Beras

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Berita Terkait :  Kementan: Hewan Kesayangan Tak Tularkan Covid-19

TERBARU