Ratna Juwita Dorong Kemenkeu Kawal Sektor Terdampak Pandemi

-

Berita Baru, Jakarta – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Ratna Juwita Sari meminta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengawal sektor-sektor terdampak pandemi, khususnya sektor transportasi, pariwisata dan  UMKM.

Dalam Rapat Virtual Banggar DPR RI dengan Kemenkeu dan Bak Indonesia, sebagaimana dikutip dari laman dpr.go.id, Ratna mengungkap bahwa dirinya mendengar sampai saat ini banyak dari masyarakat terdampak mengalami kesulitan dalam mengakses jaring-jaring pengaman pemerintah.

“Nah oleh karena ini kan ada dispute di situ, sehingga ada skema-skema lanjutan yang akan mempermudah penyerapan yang sudah dipersiapkan pemerintah dalam hal (menyelamatkan sektor-sektor terdampak) ini,” kata Ratna, Senin (12/7).

Ratna menyatakakan belum melihat adanya sense of crisis yang dilakukan pemerintah. Lebih lanjut ia menjelaskan, di samping pertumbuhan ekonomi di masyarakat masih rendah, adanya PPKM di awal semester kedua menurutnya membuat belanja masyarakat akan semakin turun kembali.

Atas dasar itu politisi perempuan asal Tuban itu berharap adanya perlakuan khusus dari pemerintah sehingga dapat menjaga perputaran ekonomi, khususnya di sektor riil.

“Untuk masyarakat kita yang sudah secara kesehatan itu merasa panik dengan adanya panic buying ataupun panic selling oleh alat-alat kesehatan di era pandemi Covid-19 ini, mereka harus ditambah lagi beban beban selama PPKM, mereka tidak dapat melaksanakan sektor ekonomi mereka secara normal,” jelas Anggota DPR RI F-PKB, dapil Jawa Timur IX itu.

Sebagai tambahan Informasi, Rapat Virtual Banggar DPR RI yang mengundang Kemenkeu dan Bank Indonesia itu membahas mengenai Laporan Semester I dan Prognosis Semester II APBN Tahun Anggaran 2021.

Dalam rapat disampaikan bahwa pendapatan negara mengalami pertumbuhan positif, yaitu pada penerimaan pajak, cukai dan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak).

Selain itu, Kemenkeu memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada tahun ini akan berkisar antara 3,7 persen hingga 4,5 persen apabila PPKM berlangsung lebih panjang.

Proyeksi tersebut lebih rendah dari proyeksi BI sebelumnya pada kisaran 4,1 hingga 5,1 persen dengan titik tengah 4,6 persen.

Berita Terkait :  Presiden Minta Penyelenggaraan GPDRR Dipersiapkan dengan Baik

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Berita Terkait :  Vaksin Covid-19 Bio Farma Siap Produksi di Awal Tahun 2021

TERBARU