Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Produksi Minyak AS
(Foto: Reuters)

Presiden Trump akan Kembali Mempertimbangkan Produksi Minyak AS setelah Pertemuan OPEC+

Berita Baru, Internasional – Presiden Donald Trump pada hari Sabtu (4/4) mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya “tidak peduli dengan OPEC.” Presiden Trump juga mengatakan pada hari itu, bahwa jika perlu AS akan “menaikkan tarif pada semua minyak impor yang masuk.”

“Saya sangat percaya pada bisnis energi kami yang besar. Dan kami akan mengurus bisnis energi kami. Dan jika saya harus merubah tarif dan harga pada minyak yang datang dari luar ke dalam AS, atau jika saya harus melakukan sesuatu untuk melindungi bisnis minyak kami yang melibatkan ribuan atau puluhan ribu pekerja energi serta perusahaan besar kita yang sudah menghasilkan semua pekerjaan ini, saya akan melakukan apa pun yang perlu saya lakukan,” ujar Trump.

Namun, pada hari Senin (6/4) kemarin, Presiden Donald Trump mengadakan konferensi pers di Gedung Putih. Dalam konferensi pers itu, Presiden Trump menyatakan bahwa dirinya tidak mengesampingkan langkah-langkah yang akan diambil dalam OPEC+. Bahkan, Trump mengatakan bahwa jika perlu, Amerika Serikat (AS) akan mengurangi produksi minyak jika itu memang menjadi langkah potensial yang disepakati dalam OPEC+ utuk menurunkan suku bunga.

“Saya pikir itu terjadi secara otomatis tetapi belum ada yang bertanya kepada saya pertanyaan itu, sehingga kita akan melihat apa yang terjadi,” ujar Trump pada konferensi pers tersebut.

Presiden Trump juga menambahkan bahwa ia merasa percaya diri akan bisnis energi AS. Ia menggembar-gemborkan negaranya sebagai “produsen minyak nomor satu di dunia saat ini.”

Ini mengikuti cuitan Presiden Trump pada hari Kamis (2/4) lalu bahwa ia mengharapkan Arab Saudi dan Rusia setuju untuk mengurangi produksi minyak antara 10 juta hingga 15 juta barel per hari selama pertemuan OPEC+ yang dijadwalkan 9 April.

https://twitter.com/realDonaldTrump/status/1245720677660925952
https://twitter.com/realDonaldTrump/status/1245726411526221824

Presiden Rusia Vladimir Putin, untuk bagiannya, menyatakan pekan lalu bahwa produksi minyak dapat dikurangi sekitar 10 juta barel per hari. Pemerintah Rusia juga menambahkan bahwa pihaknya akan mencari stabilitas jangka panjang di pasar minyak dan akan terus bekerja dengan mitranya dari Arab Saudi.

Pada hari Senin (6/4), negara-negara OPEC+ tidak dapat menyetujui perpanjangan kesepakatan untuk membatasi produksi minyak. Pembatasan dicabut karena kesepakatan berakhir pada akhir Maret, yang menyebabkan ambruknya pasar minyak, sehubungan dengan penurunan permintaan global karena pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung.

Rusia menyerukan untuk tetap melakukan pengurangan produksi pada tingkat yang sebelumnya disepakati. Sementara Arab Saudi dan sekutunya menyerukan agar pemotongan tambahan dilakukan, dalam langkah yang diikuti oleh keputusan Kementerian Energi Saudi untuk meningkatkan kapasitas produksi harian Kerajaan hingga 13 juta barel minyak dari level 12 juta barel saat ini.


SumberSputnik News