Presiden Iran Proklamirkan Kemenangan Melawan AS

Iran Melawan AS

Berita Baru, Internasional – Selasa (14/7), Presiden Iran Hassan Rouhani memproklamirkan kemenangannya dalam perang ekonomi melawan AS. Iran terbukti mampu mengatasi sanksi keras AS dan keluar dari ketergantungan pada pendapatan minyak.

Hal itu disampaikan oleh Presiden Rouhani dalam pidato di Kantor Pusat Koordinasi Ekonomi Administrasi. Ia juga menyoroti rencana dan kebijakan khusus yang dirumuskan oleh pemerintahannya untuk mengatasi masalah ekonomi.

“Orang-orang Amerika mengharapkan bahwa ekonomi negara [Iran] akan terhenti beberapa saat setelah dimulainya sanksi, tetapi hari ini kita telah berhasil menjalankan negara dengan perencanaan dan ketergantungan pada ekonomi bebas minyak. Ini adalah tampilan kekuatan dan kemenangan besar bagi bangsa Iran dalam perang ekonomi,” ucap Presiden Rouhani, dilansir dari kantor berita lokal Iran Tasnim.

Presiden Rouhani juga mengatakan bahwa meskipun krisis pandemi virus korona telah mengganggu ekonomi dunia dan menghambat pasokan kebutuhan dasar bahkan di beberapa negara maju, pemerintah Iran telah berhasil melalui krisis itu dengan pengaturan khusus, kesiapan struktur dan organisasi, dan kerja sama dari warga.

Berita Terkait :  Peringatan Keras Iran Jika AS Perpanjang Embargo Senjata

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa salah satu prioritas utama pemerintahannya adalah untuk memenuhi tuntutan dasar rakyat dan produsen, menekankan perlunya memantau dan mengendalikan harga komoditas dan mencegah fluktuasi harga  yang ‘sementara dan tidak masuk akal’.

Sebelumnya, Pemimpin Agung dan Pemimpin Revolusi Iran Ayatollah Seyed Ali Khamenei memberikan izin untuk menarik 1 miliar euro dari Dana Pembangunan Nasional Iran sebagai modal berperang melawan virus korona dan menangani konsekuensi dari penyakit tersebut.

Lalu pada Juni Presiden Rouhani menyoroti upaya pemerintahannya untuk menangani konsekuensi ekonomi dari krisis akibat pandemi virus korona, dengan mengatakan telah ada inisiatif untuk melindungi mata pencaharian orang dan mencegah kenaikan harga.

Setelah AS menarik diri dari perjanjian nuklir Iran (JCPOA) di tahun 2018, AS semakin ‘ganas’ dalam memberikan sanksi terhadap Iran sebagai bagian dari kampanye ‘tekanan maksimum’ dari Presiden Trump.

Berulang kali Iran meminta untuk melonggarkan sanksi pada saat Iran mengalami krisis akibat pandemi virus korona, seperti yang dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif, namun AS tidak mau menerima permintaan tersebut.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan