Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Prabowo Subianto Usulkan 5 Langkah untuk Menyelesaikan Konflik Rusia-Ukraina
Prabowo dalam acara International Institute for Strategic Studies (IISS) Shangri-La Dialogue 20th Asia Security Summit di Singapura

Prabowo Subianto Usulkan 5 Langkah untuk Menyelesaikan Konflik Rusia-Ukraina



Berita Baru, Jakarta – Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto memberikan komentar terkait resolusi konflik antara Rusia dan Ukraina. Dalam acara International Institute for Strategic Studies (IISS) Shangri-La Dialogue 20th Asia Security Summit di Singapura, Prabowo mengusulkan lima saran untuk menghentikan permusuhan tersebut.

Prabowo menyatakan, “Saya ingin mengambil kesempatan ini untuk merekomendasikan kepada saudara-saudara kita di Ukraina dan di Rusia agar segera menghentikan permusuhan.” Pernyataan tersebut disampaikan melalui keterangan resmi pada Sabtu (3/6/2023).

Berikut adalah lima saran yang diajukan oleh Prabowo. Pertama, gencatan senjata harus dilakukan. Kedua, pasukan dari kedua belah pihak harus mundur 15 kilometer ke posisi belakang dari garis depan saat ini.

Saran ketiga adalah membentuk pasukan pemantau dan mendorong PBB untuk mendeploy pasukan tersebut di sepanjang zona demiliterisasi baru antara kedua negara. Keempat, pasukan pemantau dan ahli dari PBB yang terdiri dari kontingen dari negara-negara yang disepakati oleh Ukraina dan Rusia.

Prabowo juga mengusulkan agar PBB mengorganisir dan melaksanakan referendum di wilayah sengketa untuk memastikan kehendak mayoritas penduduk dari berbagai wilayah tersebut secara objektif.

Prabowo menyebut bahwa langkah-langkah ini telah terbukti efektif dalam sejarah, seperti yang pernah terjadi di Korea. Meskipun resolusi konflik di Korea masih harus dicapai, yang paling penting saat ini adalah menghentikan permusuhan segera untuk melindungi penduduk sipil yang tidak bersalah di wilayah konflik, tegasnya.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga mengomentari situasi geopolitik yang didominasi oleh kekuatan China dan Amerika Serikat (AS). Prabowo berpendapat bahwa kedua negara tersebut memiliki potensi untuk menjaga perdamaian dunia.

Menurutnya, “Saya percaya bahwa pemimpin dari dua kekuatan besar ini adalah pemimpin yang bijaksana.” Prabowo menganggap bahwa China dan Amerika menyadari tanggung jawab besar yang mereka emban. “Kedua peradaban ini telah memberikan kontribusi pada kemajuan peradaban manusia. Oleh karena itu, saya yakin bahwa pemimpin China dan AS akan menyelesaikan konflik dengan cara yang kompromistis, bekerja sama dengan semangat kemanusiaan, dan menyelesaikan perbedaan mereka secara damai,” jelas Prabowo.

Prabowo menambahkan bahwa kunci bagi negara-negara besar adalah menggunakan kekuatan mereka dengan bijaksana. Menurutnya, perdamaian yang abadi dapat terwujud jika kedua kekuatan tersebut mampu mengatasi perbedaan mereka dengan baik.

“Saya mungkin termasuk salah satu yang optimis. Tetapi saya percaya bahwa harapan ini bukan hanya milik saya, tetapi juga harapan banyak orang di seluruh dunia,” tambahnya.