Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Muhaimin Iskandar Imin dalam acara Indonesia Millenial and Gen-Z Summit, di Jakarta, Minggu (26/11).
Muhaimin Iskandar Imin dalam acara Indonesia Millenial and Gen-Z Summit, di Jakarta, Minggu (26/11). (Foto: IDN Times)

Muhaimin: Menhan Janji untuk Saya, Bukan untuk Prabowo



Berita Baru, Jakarta – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan calon wakil presiden nomor urut 1, Muhaimin Iskandar mengungkapkan bahwa posisi Menteri Pertahanan (Menhan) dalam Kabinet Indonesia Maju seharusnya untuk dirinya, bukan untuk  Prabowo Subianto.

Pernyataan tersebut dilontarkan Muhaimin sebagai tanggapan terhadap pertanyaan Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Yandri Susanto, yang mengkritik perubahan pandangan PKB dan koalisinya di Pilpres 2024, meskipun PKB dan NasDem masih menjadi bagian dari pemerintahan.

Mengomentari pernyataan Yandri, Cak Imin menyoroti bahwa PAN, pada dua pemilihan presiden sebelumnya, tidak mendukung Joko Widodo (Jokowi) seperti yang dilakukan PKB.

“PAN ini dua kali pemilu dukung Prabowo, mau tiga kali gagal lagi dia ini. 2014 dukung Prabowo, 2019 dukung Prabowo. Saya 2014 dukung Jokowi, 2019 dukung Jokowi. Ya saya ini sebetulnya pengawal Jokowi dari awal,” ujar Cak Imin dalam acara Indonesia Millenial and Gen-Z Summit, di Jakarta.

Cak Imin juga menyoroti bahwa, meskipun PAN tidak mendukung Jokowi, partai tersebut berhasil mendapatkan satu posisi menteri di pemerintahan. Selain itu, ia menyampaikan bahwa Prabowo, yang awalnya dijanjikan sebagai Menhan, akhirnya juga menduduki posisi tersebut.

“Tiba-tiba dia (PAN) masuk koalisi Jokowi, dapat menteri satu, lumayanlah, enggak ada hujan, enggak ada angin. Saya hanya ingin sampaikan, termasuk Pak Prabowo, tiba-tiba jadi menteri, aslinya Menhan itu saya sebetulnya, janjinya begitu,” ujar Cak Imin.

Dengan penjelasannya, Cak Imin menyatakan bahwa koalisi saat ini bersifat fleksibel dan tidak dapat dengan jelas dikategorikan sebagai bagian dari atau di luar pemerintahan.

“Jadi koalisi ini adalah koalisi yang tidak bisa disebut dalam pemerintahan atau di luar pemerintahan, koalisi ini adalah koalisi yang memang berkembang, fleksibel, sangat cair,” tambahnya.

Dalam Pilpres 2024, PKB, NasDem, dan PKS mengusung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, sementara Prabowo maju bersama partai di Koalisi Indonesia Maju dengan menggandeng Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden.