Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Perjuangan Warga Lebanon untuk Membeli Hewan Kurban dalam Krisis Ekonomi

Perjuangan Warga Lebanon untuk Membeli Hewan Kurban dalam Krisis Ekonomi



Berita Baru, Internasional – Hassan Salloum, seorang warga Lebanon, menghabiskan waktu berjam-jam berjalan di antara kawanan ternak di pasar al-Marj di Lebanon timur, mencari domba dengan harga terjangkau untuk dikurbankan pada hari raya Idul Adha yang akan tiba beberapa hari lagi.

Namun, dia harus dikejutkan dengan harga kambing yang menggila yang hampir tidak dapat terbeli oleh orang dengan penghasilan rumah tangga rata-rata.

Terlepas dari tradisi Idul Adha yang juga memiliki ciri khas berbagi daging kepada yang membutuhkan dan hati raya yang dijunjung tinggi oleh banyak umat Muslim, “aktivitas di pasar ternak tenang,” keluh Salloum kepada Xinhua.

Harga domba telah meningkat setidaknya tiga kali lipat dan vendor menuntut pembayaran dalam dolar AS sementara gaji yang dibayarkan dalam pound Lebanon telah kehilangan banyak nilainya sejak runtuhnya mata uang nasional, jelasnya.

Setiap tahun saat Idul Adha, umat Islam yang mmapu menunaikan kurban diharapkan untuk menyumbangkan setidaknya sepertiga dari daging hewan yang disembelih kepada orang-orang miskin atau rentan, dengan sepertiga tersisa untuk keluarga mereka sendiri dan sepertiga terakhir untuk tetangga mereka.

“Krisis ekonomi dan keuangan Lebanon mengubah tradisi Idul Fitri tahunan kami dengan memengaruhi sebagian besar masyarakat,” kata Dalal Yaghi, seorang ibu dari tujuh anak dari kota timur Joub Jannine, menambahkan bahwa harga hewan kurban meroket dalam tiga tahun terakhir.

Sementara itu, Walid Hatoum, seorang pria berusia 50-an dari kota Rashaya di Lebanon timur, mengatakan kepada Xinhua bahwa dia mengunjungi banyak pasar ternak di Lebanon timur dan selatan tetapi masih gagal membeli hewan kurban dengan harga yang masuk akal untuk keluarganya yang beranggotakan lima orang.

“Ternak dari semua jenis tersedia dalam jumlah besar, tetapi harga domba sekitar 300 dolar yang hampir tiga kali lipat gaji saya yang hanya 85 dolar,” kata Hatoum, menambahkan pedagang ternak menaikkan harga mereka secara tak terkendali.

Jihad Abu Hamad, seorang pedagang ternak di Lebanon timur, mengatakan para petani dan importir ternak bahwa semua lebih suka transaksi mereka dibayar dalam greenback, yang ditukar sekitar 94.000 pound Lebanon per dolar di pasar paralel dibandingkan dengan 1.500 pound sebelum krisis.

Sejak 2019, Lebanon menderita krisis keuangan terburuk dalam sejarahnya, menjerumuskan lebih dari 80 persen populasi ke dalam kemiskinan. Situasi ini semakin diperparah dengan meningkatnya pengangguran dan runtuhnya mata uang lokal yang menyebabkan devaluasi gaji dan penurunan tajam daya beli Lebanon.

Apalagi, biaya makanan Lebanon naik 350 persen pada April 2023 dibandingkan tahun lalu.

Ahmed Darwish, yang memiliki toko daging di Ghazze, sebuah desa di Lebanon timur, mengatakan kepada Xinhua bahwa krisis ekonomi Lebanon sangat membebani pasar ternak, dengan harga domba terkecil tidak kurang dari 200 dolar.

“Pada tahun-tahun sebelum krisis ekonomi, yang dimulai pada 2019, saya biasa mencadangkan lebih dari 100 kurban untuk perwakilan masyarakat sipil pada hari pertama Idul Adha untuk dibagikan kepada yang membutuhkan. Saat ini hanya tujuh yang telah dicadangkan sejauh ini ,” kata Darwis.

Perayaan Idul Adha akan dimulai pada 28 Juni dan berlangsung selama tiga hari sebagai hari libur umum tahun ini di Lebanon.