Berita

 Network

 Partner

Penyakit Misterius Serang China, Hong Kong Trauma Wabah SARS
(Foto : The Guardian)

Penyakit Misterius Serang China, Hong Kong Trauma Wabah SARS

Berita Baru, Internasional – Otoritas Hong Kong menyatakan kekhawatirannya terhadap penyakit menular yang kemungkinan dibawa oleh pelancong dan pengunjung ke daratan China. Pemerintah bahkan menyampaikan kasus ini harus mendapat perhatian yang serius.

Menurut laporan, virus pneumonia telah menginfeksi sedikitnya 44 orang di Wuhan, sebuah kota di pedalaman barat Shanghai atau sekitar 900 km utara Hong Kong.

Dilansir dari The Guardian, wabah itu telah muncul sejak bulan lalu dan menumbuhkan kembali trauma epidemi SARS 2002-2003 yang terjadi di China selatan dan menewaskan lebih dari 700 orang di daratan China, Hong Kong dan di tempat lain.

Selain SARS, atau sindrom pernafasan akut yang parah, Hong Kong juga terkena flu burung pada 1997 dan flu babi pada 2009.

Berita Terkait :  Konflik Mediterania: Yunani Meratifikasi Kesepakatan dengan Mesir, Turki akan Mengadakan Latihan Militer

Keseriusan pemerintah Hong Kong dalam menghadapi wabah ini diungkapkan pada hari Sabtu (04/01) waktu setempat. Mereka memberi peringatan dan melakukan pemeriksaan kepada masyarakat Hong Kong.

Departemen kesehatan kota juga menambahkan sistem pencitraan termal tambahan di bandara Hong Kong pada hari Jumat (03/01), untuk memeriksa suhu tubuh penumpang yang baru tiba. Banyak staf telah ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan suhu di stasiun kereta di Kowloon Barat yang menghubungkan Hong Kong ke daratan.

Pemimpin Kota, Carrie Lam, pada saat melakukan kunjungan ke stasiun kereta api, meminta wisatawan yang memiliki gejala pernapasan agar memakai masker.

Komisi kesehatan Wuhan mengatakan, 11 dari 44 orang yang didiagnosis pneumonia berada dalam kondisi kritis. Mereka juga telah dirawat secara terpisah.

Berita Terkait :  Rusia Mempererat Hubungan Pertahanan dengan Junta Militer Myanmar

Gejala awal yang muncul umumnya ditandai dengan demam, sesak napas dan infeksi paru-paru. Tidak ada indikasi yang jelas tentang penularan penyakit ini.

Otoritas Rumah Sakit mengatakan, dalam kasus terbaru, dua wanita berusia 12 dan 41 yang mengunjungi Wuhan dalam 14 hari terakhir tetapi tampaknya tidak mengunjungi pasar makanan. Mereka berada dalam kondisi stabil dan dirawat di ruang isolasi Princess Margaret Hospital.

Sebagian besar kasus telah ditelusuri hingga ke pasar makanan di laut China Selatan di pinggiran Wuhan. Di pasar itu dilaporkan terdapat hewan liar yang dapat membawa virus berbahaya bagi manusia. Komisi itu mengatakan pasar telah didesinfeksi.