Pengungsi Rohingya Butuh Respon Kemanusiaan

-

Berita Baru, Jakarta – Pada bulan September, Pemerintah Indonesia telah memberikan izin pendaratan bagi 297 pengungsi Rohingya di Lhokseumawe, Aceh.

Sebelumnya di bulan Juni, 99 pengungsi Rohingya juga telah masuk wilayah Indonesia melalui pantai Aceh Utara, setelah masyarakat lokal menekan pemerintah setempat untuk menyelamatkan mereka.

Berdasarkan catatan Amnesty International Indonesia, 383 orang pengungsi tersebut sampai saat ini masih ditampung di Balai Latihan Kerja Lhokseumawe. Beberapa orang dilaporkan melarikan diri dari tempat penampungan, sementara tiga orang lainnya meninggal dunia.

Baru-baru ini Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid kembali berkomentar terkait beredarnya laporan terkait adanya sebuah kapal yang membawa kurang lebih 250 pengungsi Rohingya di 80-100 mil dekat perairan Lhokseumawe, Aceh.

Berita Terkait :  Bantuan KBRI Dhaka untuk WNI Capai Rp500 Juta

“Otoritas di Indonesia yang menemukan mereka, baik itu Polairud, TNI AL atau Pemerintah daerah dan pusat, harus segera menyelamatkan para pengungsi yang kemungkinan besar sudah berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan berada di laut. Ini persoalan hidup dan mati,” terang Usman dalam keterangan tertulisnya pada Senin (19/10).

Berita Terkait :  Dua Tentara Myanmar Berikan Kesaksian Tentang Pembunuhan, Pemerkosaan dan Penguburan Massal Muslim Rohingya

Usman menilai sikap Indonesia yang pernah memperbolehkan masuknya pengungsi Rohingnya, dan menyelematkannya pada September 2020 lalu bisa kembali menjadi contoh bagi negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

“Indonesia, dengan pengalaman penyelamatan sebelumnya, bisa kembali menjadi contoh bagi negara-negara di kawasan, hanya dengan mengutamakan kemanusiaan,” jelasnya.

Usman menilai adanya rencana otoritas berwenang untuk menolak kedatangan pengungsi Rohingnya, dan akan mengirim mereka kembali ke lautan lepas sama saja mengingkari kewajiban internasional Indonesia.

Berita Terkait :  Food Estate Diserahkan Kepada Prabowo, KNPA: Bentuk Militerisasi Pertanian

“Kapal mereka harus dibiarkan masuk dan mendarat di pantai terdekat. Para pengungsi diselamatkan dan dipenuhi kebutuhan dasarnya. Pengungsi Rohingya membutuhkan respons kemanusiaan dari kawasan,” pungkasnya.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments