Berita

 Network

 Partner

Pekerja Hiburan Malam Demo Minta PSBB DKI Dicabut
Foto: CNN Indonesia

Pekerja Hiburan Malam Demo Minta PSBB DKI Dicabut

Berita Baru, Jakarta — Para pekerja hiburan malam yang tergabung dalam Pembela Kesatuan Tanah Air (Srikandi Pekat) melakukan demonstrasi menuntut supaya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencabut pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Bagi mereka PSBB sudah tidak relevan lagi untuk menekan penyebaran Coronavirus Disease atau COVID-19 di Jakarta. Oleh karena itu, mereka meminta PSBB dicabut agar kondisi perekonomian bisa segera dipulihkan.

“Cabut PSBB, biarkan kami bekerja. Kami lapar, kami butuh makan,” ucap salah satu orator aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (5/10), dilansir dari CNN Indonesia.

Para pekerha malam itu heran mengapa Anies memberlakukan PSBB, sementara di daerah-daerah lain tidak menerapkan hal serupa. Dalam pandangan mereka, hal itu merupakan bentuk ketidakadilan.

Berita Terkait :  Vaksin Pfizer Siap Didistribusikan Untuk Masyarakat Umum

“Kami melawan PSBB, kami menuntut keadilan, seperti di Surabaya, seperti di Bandung,” tunutunya.

Selain itu, mereka juga mendesak agar DPRD DKI Jakarta segera melakukan hak angket untuk Anies terkait pelaksanaan PSBB. Mereka mendesak agar bisa bertemu dengan perwakilan DPRD untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Mereka berharap DPRD menyerap aspirasi, dan Pemprov DKI kembali mengizinkan tempat-tempat hiburan malam kembali beroperasi. Mereka mengaku siap menjalani protokol kesehatan jika kembali diizinkan bekerja.

Sebagaimana diketahui, Pemprov DKI Jakarta menerapkan PSBB kembali sebagai bentuk pencegahan penyebaran COVID-19. PSBB diberlakukan selama dua pekan sejak 14 September silam. Tetapi, Anies memutuskan untuk memperpanjang masa PSBB dari 28 September menjadi 11 Oktober.

Berita Terkait :  Gereja Katolik di Jakarta Belum Buka meski PSBB Transisi Sudah Berlaku

Sementara itu, berdasar data Pemprov DKI, sampai dengan Minggu (4/10), jumlah kasus positif di Jakarta sudah mencapai 79.214 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 64.319 dinyatakan sembuh, dan 1.761 meninggal dunia.