Pekan Seni Art Basel Hong Kong Dibuka Secara Fisik dan Virtual

-

Berita Baru, Inovasi – Pameran seni kontemporer Art Basel diresmikan di Hong Kong pada hari Rabu, dibuka baik secara fisik dan virtual yang dikombinasikan.

Hal tersebut dilakukan karena banyak kolektor seni dan kurator yang tidak dapat melakukan perjalanan dan hadir di kota tersebut akibat pembatasan COVID-19.

Sebelumnya, pameran tahunan yang juga memiliki versi di Basel, Swiss dan di Miami Beach, Florida, telah dibatalkan di Hong Kong tahun lalu karena pandemi. Padahal tahun 2019, pameran ini telah menarik lebih dari 80.000 pecinta seni.

Dilansir dari British Herald, tahun ini meski dibuka tetapi penyelenggara tetap membatasi jumlah pengunjung pameran, yang dijadwalkan berlangsung dari 19 hingga 23 Mei, sesuai dengan aturan jarak sosial pemerintah setempat.

Berita Terkait :  Konflik Mediterania: Yunani Meratifikasi Kesepakatan dengan Mesir, Turki akan Mengadakan Latihan Militer

Pada hari pertama pembukaannya, terlihat ratusan pengunjung lokal berkelok-kelok mengelilingi galeri sementara kolektor luar negeri berkeliling melalui FaceTime.

Berita Terkait :  Uji Ketahanan Ponsel Lipat Huawei Mate X2, YouTuber Ini Terkejut

“Luar biasa bahwa kami benar-benar dapat melakukan pameran tahun ini, terlepas dari semua kesulitan dan keadaan yang kami hadapi,” kata direktur Art Basel di Hong Kong, Adeline Ooi, dikutip Berita Baru, Rabu (19/5/21).

“Salah satu tantangan terbesar adalah kenyataan bahwa perjalanan internasional tidak memungkinkan,” katanya.

Lebih dari 100 galeri ambil bagian tahun ini, tetapi jumlah tersebut kurang dari setengah dari jumlah galeri yang turut serta pada tahun 2019, dengan beberapa karya yang menampilkan tema seputar pandemi. Di antaranya mencakup nama-nama galeri besar termasuk Gagosian, Galeri Kukje Korea, TKG + Taiwan, dan Pearl Lam Hong Kong.

Berita Terkait :  India Tuduh China ‘Menculik’ Warganya di Perbatasan
Berita Terkait :  Iran Meluncurkan Satelit Militer Pertama ke Orbit

Sementara itu sebagian dari peserta adalah galeri internasional yang belum dapat membuat pertunjukan fisik mereka sendiri dan harus diwakili di stan yang dikelola atas nama mereka oleh para ktu Art Basel.

Pameran itu diadakan untuk pertama kalinya sejak Beijing memberlakukan undang-undang keamanan nasional yang ketat dan mengekang di Hong Kong, yang menurut beberapa kritikus termasuk artis superstar China Ai Weiwei telah mengakibatkan hilangnya kebebasan berekspresi di kota itu.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Berita Terkait :  Upaya Rekonsiliasi Perang Perdagangan China-Amerika

TERBARU

Facebook Comments