Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Pasar Krempyeng Gresik Resmi Ditutup Setelah 10 Pedagang Positif Corona

Pasar Krempyeng Gresik Resmi Ditutup Setelah 10 Pedagang Positif Corona

Berita Baru, Gresik – Pasar Krempyeng yang ada di Kecamatan Gresik resmi ditutup satuan gugus tugas percepatan dan penanganan Covid-19 Kabupaten Gresik. Penutupasan pasar dilakukan setelah diketahui ada 10 orang terkonfirmasi positif virus Corona atau Covid-19.

Tidak hanya seorang pedagang saja, pembeli juga terkonfirmasi positif Covid-19. Sebanyak 150 pedagang pun terpaksa harus menutup lapak mereka karena adanya temuan virus Corona.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perindustrian Perdagangan Agus Budiono mengatakan, penutupan pasar itu hasil kesepakatan antara pemerintah dan pengelola pasar.

“Penutupan pasar ini karena ada klaster baru. Ada 10 terkonfirmasi terpapar Covid-19 dari Pasar Krempyeng. Jadi kami sepakat untuk meniadakan aktivitas jual beli,” katanya, Kamis (11/6).

Lebih lanjut, Agus menuturkan, setelah adanya penutupan ini, pihaknya meminta kepada para pedagang agar melakukan isolasi mandiri di rumah serta untuk sementara waktu tidak melakukan aktivitas jual beli.

Pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap aktivitas di pasar untuk memastikan tidak adanya jual beli. Kemudian, untuk sementara waktu penutupan ini berlangsung tujuh hari ke depan.

“Jika memang dari hasil tracing Satgas Covid-19 Gresik dari klater pasar krempyeng akan membeludak bisa jadi penutupan akam kami perpanjang,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Abu Hassan mengungkapkan, dalam penutupan pasar ini tidak ada perlawanan dari pedagang. 

Diungkapkan Hassan, sejumlah lapak yang sudah kosong langsung dipasang garis larangan melintas oleh Satpol PP. Nampak aparat TNI dan kepolisian juga berada di lokasi.

“Besok rencananya akan disemprot disinfektan di seluruh titik pasar, jadi kami pastikan hari ini harus dikosongkan. Barang-barang milik pedagang sudah dikemasi,” tuturnya usai operasi penutupan Pasar Krempyeng Gresik karena jadi klaster penyebaran Covid-19.