Para Tokoh Dunia Bicara Soal ‘Darurat Iklim’

Darurat Iklim
(Foto : Duniatempo.co)

Berita Baru, Internasional – Politisi dan aktivis iklim di seluruh dunia mengungkapkan kekhawatiran atas degradasi lingkungan. Mereka mengatakan bahwa kebakaran hutan yang terjadi di Australia adalah salah satu pengingat darurat iklim yang nyata.

Dilansir dari The Guardian, Kamis (02/01), mantan capres AS, Hillary Clinton mengatakan, kebakaran di Australia cukup menjadi jawaban bagi yang mempertanyakan dampak perubahan iklim.

“Dengan Australia yang terbakar dan Kutub Utara yang hancur, jelas kita berada dalam keadaan darurat iklim,” kata Clinton.

Bernie Sanders, salah satu capres AS dari Partai Demokrat juga mengatakan bahwa kejadian yang menimpa Australia bisa terjadi di belahan dunia lainnya. Ia menggemakan seruan untuk bertindak.

“Apa yang terjadi di Australia saat ini akan menjadi semakin umum di seluruh dunia jika kita tidak secara agresif memerangi perubahan iklim dan mengubah sistem energi kita dari bahan bakar fosil. Masa depan planet ini dipertaruhkan. Kita harus bertindak.” Begitu bunyi seruan Sanders.

Naomi Wolf, seorang penulis membagikan sebuah kabar dirinya dan ayahnya yang terperangkap saat kejadian kebakaran hutan. Ia menyampaikan pesan kepada perdana menteri Scott Morisson melalui twitter dengan menandainya.

Pesan itu berbunyi: “Hei @ScottMorrisonMP, saya dan keluarga saya keluar dari Mallacoota tepat sebelum jalan ditutup dan menghabiskan empat hari terdampar di NSW oleh #climatefires. Saya harap Anda pandai dalam hal-hal lain karena Anda adalah Perdana Menteri yang tidak berguna.”

Morrison sendiri telah banyak menuai kritik karena sering membelokkan pembicaraan  tentang kebijakan perubahan iklim selama kebakaran hutan yang terjadi di Australia. Dia mengatakan bahwa kebijakan iklim pemerintah sudah cukup memadai.

Perdana Menteri Scott Morrison tetap bersikukuh melakukan pembelaan mengenai kebijakan pemerintah dan meminta warga Australia untuk ‘sabar’ terhadap kebakaran

Kebakaran yang menimpa Australia  telah diliput secara luas oleh media di seluruh dunia, dari Wall Street Journal, Times, dan New York Times. Bahkan isu kebakaran Australia telah menajdi berita utama di situs web BBC dan CNN.

Sementara itu, aktifis iklim Swedia Greta Thunberg juga berbagi liputan tentang evakuasi massal yang terjadi dan video kehancuran di bawah tagar #Thisisfine.

Di Selandia Baru, gletser telah berubah warna menjadi coklat dan langit merah karena asap yang bertiup dari Australia. Kejadian ini membuat Perdana Menteri Scott Morisson dibanjiri hujatan atas kinerjanya. Greenpeace bahkan membandingkan kepemimpinannya dengan Jacinda Ardern, yang memimpin Selandia Baru dengan dua peristiwa besar di 2019.

Mantan perdana menteri Selandia Baru Helen Clark, juga angkat bicara dan menyebut bahwa kebakaran hutan mempengaruhi wilayah Alpine, Selandia Baru. “Dampak abu pada gletser cenderung mempercepat pencairan. Bagaimana tragedi satu negara memiliki efek spillover,” tweet Clark.

Pembuat film dokumenter Netflix, David Farrier yang juga seorang Kiwi, mentweet gambar Matthew Abbott disejajaekan gambar kanguru lolos dari api yang diberi caption: “2020. Anda idiot penanggung jawab yang tidak mendapatkan ini: pemanasan global itu nyata.”

Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini