Muhammadiyah Angkat Martabat Petani Singkong

Launching ekspor perdana di Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jl. Cikditiro no 23 Yogyakarta. (Foto: Twitter @HaedarNs)

Berita Baru, Yogyakarta – Majelis Pemberdayaan Masyarakat, Pimpinan Pusat Muhammadiyah launching secara resmi pengembangan bisnis pertanian singkong. Hal itu dilakukan untuk melepaskan Indonesia dari ketergantungan impor.

“Pagi tadi Kamis (8/4) me-launching secara resmi ekspor perdana tepung Mocaf sebesar 60 ton ke Inggris,” tulis Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PP Muhammadiyah), Haedar Nashir dalam akun Twitter pribadinya, Kamis (8/4).

Menurut Haedar, Modified cassava flour atau Rumah Mocaf menjadi hadiah bagi keberadaan petani singkong yang selama ini, sesuai data BPS, 98 persen hidup di bawah garis kemiskinan.

“Tepung Mocaf ini merupakan produk olahan dampingan Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah. Ekspor Mocaf menjadi bentuk produktif dari perjuangan kultural Muhammadiyah yang bersifat menopang dan memberikan jawaban alternatif,” lanjutnya.

Haedar, yang juga sebagai Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat itu mengungkapkan, Mocaf hadir sebagai tindakan konkrit mengubah paradigama dan sekaligus jihad dalam membalik ketagihan terhadap impor menjadi virus baru untuk mengekspor.

“Kalau kita betul cinta Indonesia, cinta Pancasila, cinta NKRI, aku Indonesia, aku Pancasila, aku NKRI, maka baliklah dari ketagihan terhadap serba impor menjadi ketagihan serba ekspor. Bagaimana caranya? Ya tugas para ahli di pemerintahan dan political willnya,” tegas Haedar, dilansir dari laman muhammadiyah.or.id, Kamis (8/4).

Rumah Mocaf, Rumah Kesejahteraan Petani

Senada dengan Ketum PP Muhammadiyah, Direktur Rumah Mocaf, Riza Azyumaridha Azra mengungkapkan ketergantungan impor, khususnya tepung singkong, sangat merugikan petani. Padahal Indonesia menjadi salah satu negara penghasil sumber makanan pokok terbesar di dunia.

Lelaki kelahiran Banjarnegara itu, dalam suaramuhammdiyahmid, mengatakan apabila melihat data dari Bandan Statistika Nasional, Indonesia sebagai negara penghasil singkong terbesar kedua di dunia setelah Brazil, harusnya mampu memaksimal produksi singkong dalan negeri. Sehingga kesejahteraan masyarakat petani dapat terwujud.

“Ini menjadi potensi yang besar bagi kita bahwa singkong dapat kita olah menjadi tepung Mocaf,” ujar Riza Azyumaridha Azra.

Pria yang baru saja menerima penghargaan Kick Andy Heroes 2021 tersebut juga mengatakan bahwa Rumah Mocaf yang ia dirikan telah berhasil menjual 30 ton tepung per-bulan dan akan mengekspor sebanyak 60 ton ke Inggris.

Melalui usahanya tersebut, Riza berusaha mengangkat martabat petani singkong yang sebagian besar masih berada di bawah garis kemiskinan. Karena, Dia melihat singkong masih menjadi makanan yang termarjinalkan secara kultur dan sosial.

“Dari langkah kecil yang saya buat dengan melalui komunitas yang ada, tepung mocaf sebagai hasil kolaborasi Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banjarnegara mulai berkibar di mancanegara,” tutunya. (MKR)

Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini