Meski Piala AFF Ditunda, Timnas Indonesia Tetap Berlatih

Foto: Kompas

Berita Baru, Sepak Bola — Secara resmi gelaran Piala AFF 2020 ditunda hingga ke tahun 2021. Kejuaraan antarnegara ASEAN ini sesungguhnya akan dilaksanakan pada 23 November sampai 31 Desember 2020.

Akan tetapi, situasi pandemi Coronavirus Diseasae atau COVID-19 yang belum mereda ini cukup mengkhawatirkan. Akibatnya, pihak Federasi sepak bola Asia Tenggara (AFF) mengambil keputusan ini karena alasan Kesehatan

Langkah itu ditegaskan usai Task Force Committee AFF beberapa kali melaksanakan rapat virtual. Maka, dengan tertundanya Piala AFF ini, Timnas Indonesia diminta tak perlu berkecil hati.

“Keadaan masih seperti ini, semua waspada. Mungkin menunggu waktu tahun depan biar aman semua. Tidak perlu diratapi, force majeure, musibah, semua terkena dampaknya,”  tutur eks kapten Timnas Indonesia, Agung Setyabudi kepada media, dilansie dari Bola.com, Selasa (4/8).

Setelah Piala AFF ditunda, ototmatis perhatian utama Timnas Indonesia sekarang tertuju pada sisa pertandingan di babak kualifikasi Piala Dunia 2022.

Timnas Indonesia sendiri sudah dipastikan tersingkir karena belum sekalipun meraih poin dari lima laga yang dilakoni.

Berita Terkait :  Liga Santri Nusantara 2019, Piala Bupati Kampar Digelar

Lanjut Agung, para pemain Timnas Indonesia sebaiknya tetap sering berkumpul dalam pemusatan latihan. Dia sangat yakin, program yang diajukan Shin Tae-yong bisa berjalan maksimal, meski ada dampak dari wabah COVID-19.

“Tetap berlatih saja, TC berjalan seperti biasa. Program-program dari Shin Tae-yong harus dimaksimalkan. Termasuk dari adanya kompetisi yang akan berjalan juga cukup positif,” katanya.

Pria yang tercatat memiliki 53 penampilan bersama tim Merah-putih itu juga menyampaikan harapannya, bahwa Shin Tae-yong memanggil pemain secara bergantian di pemusatan latihan.

Banyaknya atlet sepak bola di Indonesia bisa menjadi nilai plus untuk seorang pelatih, terutama saat mencari di antara yang terbaik. Dengan demikian, persaingan komposisi pemain Timnas Indonesia akan lebih ketat dan memungkinkan yang terbaik.

“Kalau saya setuju dengan sistem promosi degradasi pemain, untuk persaingan di tim. Pelatih bisa punya bank pemain dan tidak ada salahnya mencoba banyak pemain potensial yang ada di Indonesia,” pungkasnya.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan