Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Menperin Ingatkan Ancaman Ekonomi Global yang Tidak Menguntungkan
Menperin, Agus Gumiwang (Foto: Antara)

Menperin Ingatkan Ancaman Ekonomi Global yang Tidak Menguntungkan



Berita Baru, Jakarta – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, memberikan peringatan mengenai situasi ekonomi global yang sedang tidak stabil. Menurutnya, penting bagi kita semua untuk waspada dan memantau perkembangan terkini.

“Dalam situasi ini, saya setuju bahwa kondisi ekonomi global sedang tidak menguntungkan dan kita perlu berhati-hati serta waspada dengan mengikuti perkembangan yang terjadi,” kata Agus Gumiwang dalam pernyataan resminya yang dikutip Minggu (11/6/2023).

“Ikuti perkembangan di pasar global dengan kewaspadaan, terutama dalam hal ekonomi. Ini merupakan situasi yang sulit, di mana pasar global masih mengalami pelemahan,” tambahnya.

Terlebih lagi, Eropa secara resmi memasuki masa resesi. Agus Gumiwang juga mengingatkan bahwa permintaan akan barang-barang dari Eropa kemungkinan akan menurun.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah berkoordinasi dengan industri dan asosiasi terkait masuknya barang-barang impor ke Indonesia. Menteri meminta agar meningkatkan kewaspadaan setelah Eropa secara resmi memasuki masa resesi.

“Oleh karena itu, kita harus saling waspada terhadap apa yang terjadi di seluruh dunia, terutama dalam hal ekonomi. Kita semua tahu bahwa ada satu wilayah, seperti Eropa, yang sedang mengalami kesulitan ekonomi sehingga dapat dipastikan daya beli masyarakat Eropa sedang menurun,” lanjutnya.

Sementara itu, Agus Gumiwang menyatakan bahwa Indonesia tidak ingin sektor industri mengalami penurunan yang berakibat pada pemutusan hubungan kerja (PHK). Meskipun ia menyadari bahwa target pasar menjadi lebih kecil setelah resesi di Eropa. Selama ini, Eropa menjadi pasar tujuan ekspor tradisional bagi Indonesia.

Menteri berencana untuk mengalihkan arah ekspor dari pasar tradisional ke negara-negara dengan pertumbuhan yang baik. Ia juga menambahkan bahwa negara-negara industri akan beralih ke negara-negara dengan populasi besar untuk menjual produk-produk mereka.

“Pasar semakin sempit seiring berjalannya waktu. Negara-negara yang akan menjadi tujuan adalah negara-negara dengan populasi yang signifikan. Itulah tempat produk-produk yang biasanya dijual di Eropa akan mencari pasar baru. Kini Eropa tidak dapat menyerapnya. Jadi, kita akan mencari destinasi lain,” katanya.

Di pasar domestik, Kementerian Perindustrian akan melakukan penguatan melalui pemberian insentif. Sektor yang menjadi fokus adalah industri padat karya untuk mengurangi jumlah PHK.

“Itu adalah prioritas kita, di mana kita akan memberikan perhatian utama kepada industri yang memiliki efek pengganda yang tinggi, seperti industri padat karya. Sektor-sektor tersebut akan diberikan insentif agar tidak terjadi peningkatan jumlah PHK,” tambahnya.