Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytry Kuleba di Kyiv, Ukraina, 19 Januari 2022. Foto: Reuters.
Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytry Kuleba di Kyiv, Ukraina, 19 Januari 2022. Foto: Reuters.

Menlu Ukraina Desak Perusahaan Internasional Boikot Rusia

Berita Baru, Kiev – Dmytro Kuleba, Menteri Luar Negeri (Menlu) Ukraina desak perusahaan internasional boikot Rusia dalam sebuah surat terbuka yang diunggah di media sosial pada Selasa (8/3).

“Ukraina meminta bisnis global yang bertanggung jawab secara etis dan sosial untuk menghentikan atau menangguhkan operasi dengan atau di Rusia, oleh karena itu menolak untuk membiayai kekerasan, pembunuhan, dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” kata Kuleba.

Dalam surat pernyataan tersebut juga dikatakan bahwa warga Ukraina berjuang bukan hanya untuk mempertahankan tanah air mereka, melindungi rumah dan keluarga, tetapi juga “untuk melindungi Eropa dan prinsip-prinsip utama komunitas global —kemanusiaan, supremasi hukum, dan ketertiban internasional yang diabadikan dalam Piagam PBB.”

“Saya meminta Anda dan organisasi Anda untuk bergabung dengan bisnis global yang bertanggung jawab secara etis dan sosial, yang telah menghentikan atau menangguhkan operasi dengan atau di Federasi Rusia, menolak untuk membiayai kekerasan, pembunuhan, dan kejahatan Rusia dengan pajak mereka,” kata Kuleba.

Kuleba juga mengatakan, jika nanti Ukraina memenangkan perang, maka “kami akan mulai memperbarui infrastruktur dan ekonomi kami, melanjutkan jalur reformasi untuk menjadi anggota penuh Uni Eropa.”

“Atas nama Pemerintah Ukraina, saya juga meminta Anda untuk mendukung Ukraina dan rakyatnya dalam hal keuangan, kemanusiaan, atau cara lain yang berarti yang menurut Anda pantas,” imbuhnya.

Selain ‘dihadiahi’ sanksi ekonomi dari negara-negara, Rusia juga sedang digempur dengan sanksi-sanksi dari beberapa perusahaan internasional seperti Apple, IKEA dan Nike, sudah menangguhkan operasi di Rusia.

Yang terbaru, perusahaan minyak dan gas multinasional Shell mengumumkan niat untuk menarik diri dari semua minyak dan gas Rusia, selaras dengan pedoman pemerintah yang baru.

“Sebagai langkah pertama segera, kami akan menghentikan semua pembelian spot minyak mentah Rusia, menutup stasiun layanan, bahan bakar penerbangan dan operasi pelumas di Rusia,” kata Shell dalam sebuah pernyataan.

Hampir seluruh wilayah udara Eropa untuk semua penerbangan masuk dan keluar dari Rusia, hanya beberapa koridor keluar yang tersisa.