Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Menlu Iran Salahkan AS dan Arab Saudi Soal Ketegangan di Teluk

Menlu Iran Salahkan AS dan Arab Saudi Soal Ketegangan di Teluk



Berita Baru, Internasional – Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif menyebut Amerika serikat dan Arab Saudi patut disalahkan terkait meningkatnya ketegangan di Teluk.

“Saya percaya tetangga kita, terutama Arab Saudi, tidak mau mengurangi eskalasi”, kata Zarif pada hari Sabtu (15/2),  ketika ditanya tentang status hubungan di Konferensi Keamanan Munich.

Dilansir dari CNBC, Senin (17/2), Zarif menduga Riyadh beroperasi di bawah pengaruh kampanye tekanan administrasi Trump terhadap Iran.

Kurang dari satu jam setelah pernyataan Zarif, Pangeran Saudi, Faisal bin Farhan Al Saud menanggapi dengan mengatakan bahwa pihak Arab Saudi tidak akan mengadakan pertemuan dengan Iran sampai rezim itu bertanggung jawab atas pernyataan yang di sebutnya sebagai fitnah itu.

“Pesan kami ke Iran adalah untuk mengubah perilakunya terlebih dahulu sebelum apa pun dibahas. Sampai kita dapat berbicara tentang sumber nyata ketidakstabilan itu, pembicaraan akan menjadi tidak produktif,” kata Pangeran Saudi saat diskusi di konferensi itu.

Ketegangan di Teluk telah meningkat sejak AS melakukan serangan yang menewaskan jenderal top Iran, Jendral Qasem Soleimani yang diikuti serangkaian serangan terhadap lokasi yang menampung AS dan pasukan koalisi, termasuk Kedutaan Besar AS di Baghdad.

Menjelang kematian Soleimani, Iran meluncurkan setidaknya selusin rudal dari wilayahnya pada 7 Januari di dua pangkalan militer di Irak yang menampung pasukan AS dan pasukan koalisi.

Sehari setelah kejadian itu Trump mengatakan bahwa Iran tampaknya “akan mundur” dan memperingatkan Teheran untuk meninggalkan ambisi nuklirnya.

“Selama saya adalah presiden Amerika Serikat, Iran tidak akan pernah diizinkan memiliki senjata nuklir,” kata Trump berbicara dari serambi grand Gedung Putih.

Musim panas lalu, AS menyalahkan Iran atas serangan dini hari di Arab Saudi yang memaksa kerajaan untuk menutup setengah dari operasi produksinya. Peristiwa ini memicu lonjakan harga minyak mentah terbesar dalam beberapa dasawarsa dan menambah kekhawatiran akan konflik yang lebih memanas di Timur Tengah. Namun Iran menyangkal bahwa mereka tidak berada di balik serangan itu.

Pada bulan September, menteri pertahanan Arab Saudi mengatakan puing-puing drone dan rudal yang ditemukan oleh penyelidik menunjuk pada Iran. Juru bicara koalisi Saudi, Turki al-Maliki mengatakan saat konferensi pers di Riyadh bahwa semua komponen militer diambil dari fasilitas minyak yang “menunjuk ke Iran.”