Berita

 Network

 Partner

Peneliti Harvard Dapatkan Pendanaan Untuk Bangkitkan Hewan Purba
Doc. Ubergizmo

Peneliti Harvard Dapatkan Pendanaan Untuk Bangkitkan Hewan Purba

Berita Baru, Inovasi – Selama berabad-abad, berbagai spesies hewan telah punah, dan saat ini banyak yang terancam punah dan berada di ambang kepunahan.

Mungkin saja suatu hari, masalah kepunahan ini tidak lagi menjadi masalah jika para ilmuwan berhasil membangkitkan hewan yang telah dianggap hilang selamanya.

Hal tersebutlah yang tengah coba dilakukan di Harvard Medical School oleh ahli genetika George Church.

Dilansir dari Ubergizmo, para peneliti berharap untuk menghidupkan kembali mamut berbulu yang menghilang sejak 4.000 tahun yang lalu. Mereka juga berharap kebangkitan hewan tersebut dapat membantu memulihkan ekosistem tundra Arktik, memerangi perubahan iklim, dan melestarikan gajah Asia, yang merupakan kerabat dekat mamut berbulu.

Berita Terkait :  Kolektor Kesenian Lecco Menemukan Sketsa Wajah Yesus Kristus Karya Asli Leonardo Da Vinci

“Ini bukan hanya tentang kloning. Ini karena DNA yang telah ditemukan para ilmuwan sejauh ini terlalu terfragmentasi dan terdegradasi untuk memungkinkan hal itu. Sebaliknya, apa yang para peneliti harapkan adalah melalui rekayasa genetika, mereka akan mampu menciptakan hibrida gajah-mamut yang tidak dapat dibedakan dari aslinya,” ungkap laporan tersebut, dikutip Berita Baru, Rabu (15/9/21).

Para peneliti juga telah menerima dana sebesar 15 juta dolar untuk mewujudkannya, dengan target ada rencana untuk menghasilkan anak mamut  pertama dalam 4-6 tahun ke depan.

Meskipun demikian, mereka juga mengungkapkan adanya beberapa kemungkinan masalah etis untuk proyek semacam itu, seperti menggunakan gajah hidup untuk bertindak sebagai pengganti hewan rekayasa genetika.

Berita Terkait :  NOTA, Pengukur Impedansi Tahi Lalat untuk Cegah Tumor

Beberapa juga menyatakan skeptisisme bahwa memperkenalkan kembali mamut berbulu mungkin tidak selalu berdampak positif pada perubahan iklim seperti yang diharapkan beberapa orang.