Menhub Akan Bangun Sistem Transportasi Tanpa Sopir

Budi Karya Sumadi
Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi (foto:istimewa)

Berita Baru, Jakarta – Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan (Menhub) akan bangun sistem transportasi tanpa sopir (autonomous vehicle) dan transportasi tenaga listrik (electrical vehicle) di Indonesia.

Pembangunan ini merupakan proyek uji coba dalam rangka mewujudkan mimpi Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi sebelumnya menyatakan keinginan adanya sistem transportasi massal dan pribadi di ibu kota negara baru yang berlokasi di Kalimantan Timur hanya menggunakan electrical vehicle dan autonomous vehicle.

Hal ini bertujuan, agar sistem transportasi Indonesia lebih modern, lebih murah, cepat, dan bebas macet.

“Kami ingin menjadi contoh dan magnet baru bagi kota di Indonesia, maka perlu transportasi yang ideal dan akan kami lakukan secara bertahap berupa electrical dan autonomous. Mungkin akan dimulai di akhir 2021,” ujar Budi Karya dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (16/1).

Menurutnya, proses pembangunan proyek uji coba akan dimulai melalui kajian penerapan sistem transportasi di berbagai negara. Karena, Indonesia terbilang baru pada sistem ini.

Tahap uji coba yang sudah dilakukan ialah mobil listrik. Dan untuk transportasi massal, pemerintah sudah membangun sistem serupa di Moda Raya Terpadu (Mass Rapid Transit/MRT) dengan rute Lebak Bulus-Bundaran HI dan kereta bandara.

Namun, dasar hukum dan penerapannya masih menggunakan supir.

Penawaran kerja sama proyek

Lebih lanjut, Budi Karya mengatakan pemerintah akan mencari rekan kerja sama melalui proses penawaran proyek alias tender.

Berita Terkait :  Nyate Bareng Ojek Online, Menhub Singgung Kepastian Tarif dan Asuransi

Pemerintah akan memprioritaskan penawaran penggarapan proyek sistem transportasi ini kepada pihak-pihak yang sudah berpengalaman.

“Kami akan melelang bagi pihak yang bisa menjadi partner, mereka yang mempunyai teknologi. Karena setelah kami melelang, dia akan merekomendasikan kepada kami teknologi, sarana, prasarana itu diberikan oleh konsultan, dan kami harus hati-hati melakukan itu,” ungkapnya.

Setelah proyek uji coba itu selesai, pemerintah akan memulai rencana uji coba pada sistem transportasi bus listrik.

“Kami coba pertama kali adalah angkutan listrik atau trem di beberapa kota dengan listrik di atasnya, (namanya) troly bus di Eropa. Kami lihat apa kelebihan dan kekurangannya, tapi sementara pakai pengemudi, kalau sudah merasa baik, kami tingkatkan ke autonomous,” katanya.

Tinggalkan Balasan