Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Malawi Translokasi Gajah untuk Kurangi Konflik dengan Manusia
(Foto: Marcus Westberg)

Malawi Translokasi Gajah untuk Kurangi Konflik dengan Manusia



Berita Baru, Jakarta – Pemerintah Malawi melakukan translokasi gajah sebagai langkah dalam mengatasi konflik antara manusia dan satwa liar.

Dalam beberapa tahun terakhir, populasi penduduk manusia terus mengalami peningkatan, begitu juga dengan habitat gajah, sehingga mengakibatkan masalah bagi kedua pihak.

Menurut laporan Live Science, di Taman Nasional Liwonde, jumlah populasi gajah meningkat menjadi hampir 600 ekor dalam delapan tahun terakhir. Jumlah populasi gajah di wilayah tersebut berhasil meningkat sebesar 10% setiap tahunnya. Namun, peningkatan tersebut juga menyebabkan serangan gajah terhadap tanaman di desa-desa sekitarnya.

Translokasi gajah menjadi salah satu solusi untuk mengurangi konflik tersebut. Pada tahun 2022, African Parks, sebuah organisasi konservasi nirlaba, bekerja sama dengan spesialis translokasi satwa liar Conservation Solutions, berhasil memindahkan 263 gajah sejauh 220 mil (350 kilometer) dari Taman Nasional Liwonde ke Taman Nasional Kasungu. Proses translokasi dilakukan dengan hati-hati, melibatkan tim spesialis yang memantau kesehatan gajah-gajah tersebut untuk memastikan keselamatan mereka.

Meskipun translokasi gajah liar telah menjadi langkah umum dalam konservasi satwa liar, masih terdapat sejumlah tantangan yang harus diatasi. Risiko gajah jatuh atau melukai diri sendiri atau anaknya tetap menjadi perhatian utama.

Beberapa gajah juga mungkin memiliki masalah kesehatan yang tidak langsung terlihat, yang dapat mempengaruhi kesehatan mereka selama proses translokasi.

Translokasi gajah bukanlah solusi jangka panjang, namun langkah tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi gajah-gajah tersebut untuk hidup dalam habitat yang aman dan sekaligus melindungi kebutuhan masyarakat setempat.