Majalah Playboy Tutup Edisi Cetak

Sampul Majalah Playboy

Berita Baru, Internasional – Pandemi virus korona yang sedang berlangsung telah membuat krisis ekonomi di berbagai sektor secara global. Pandemi virus korona juga telah memberikan pukulan lain bagi raksasa majalah dewasa Playboy yang telah mengalami penyusutan (penjualan) selama bertahun-tahun karena keberadaan dunia digital.

Untuk bulan-bulan berikutnya di tahun 2020, kios majalah akan kehilangan salah satu entri yang paling ikonik: Majalah Playboy.

Ben Kohn selaku kepala eksekutif Playboy Enterprises, menulis dalam sebuah posting blog pada hari Rabu (18/3) bahwa edisi majalah Majalah Playboy Spring 2020 akan menjadi publikasi cetak terakhirnya di tahun ini.

“Minggu lalu, adanya pandemi virus korona berimbas pada produksi konten dan rantai pasokan. Dan itu menjadi lebih jelas. Kami terpaksa mempercepat percakapan yang telah kami lakukan secara internal: permasalahan tentang bagaimana mengubah produk cetak AS kami,” ujar Ben Kohn.

Kohn berjanji bahwa edisi cetak akan kembali tahun depan. Namun Playboy akan mengejar “jadwal penerbitan digital-pertama” tahun depan untuk semua kontennya. Konten-konten itu termasuk wawancara, format tanya jawab 20Q, kolom Playboy Advisor, dan rubrik Pictorials Playmate.

Sejak didirikan oleh Hugh Hefner pada tahun 1953, Majalah Playboy telah menjadi bagian dari budaya pop Amerika dan bisa dibilang merek pornografi paling terkenal di dunia.

Berita Terkait :  Kasus Covid-19 di Dunia Tembus 4,5 Juta Jiwa

Pada puncaknya di tahun 70-an, Majalah Playboy terjual lebih dari tujuh juta kopi sebulan dan menghasilkan pendapatan sebesar 12 juta dollar (lebih dari 70 juta dollar jika ditotal sampai hari ini). Namun, kedatangan pesaing di pasar hiburan dewasa, perubahan iklim sosial dan budaya, dan respons yang agak lemah terhadap dunia digital telah menjadikan peredaran Majalah Playboy mengalami penysutan selama beberapa dekade terakhir, dan menjadikan pendapatannya hanya beberapa ratus ribu dollar.

Playboy telah mempertimbangkan untuk menangguhkan edisi cetaknya selama bertahun-tahun sebelum adanya pandemi virus korona; penangguhan itu berupa pengurangan produksinya menjadi enam majalah per tahun pada 2017 dan menjadi empat majalah pada 2019.

Pada tahun 2016, majalah Playboy mencoba untuk berhenti menampilkan foto-foto wanita telanjang, baik daring maupun luring. Namun percobaan dinyatakan gagal pada tahun berikutnya dan “passé” ketelanjangan dijatuhkan.

Sementara itu, fokus Playboy pada ranah digital tampaknya telah membuahkan beberapa hasil. Ini terlihat dari pendapat Ben Kohn yang mengatakan bahwa dalam enam bulan terakhir, pengikut Instagram-nya mencapai empat juta. Lalu di media sosial lain mempunyai pengikut sekitar 2 juta. Lalu langganan video digital terus naik dari tahun ke tahun.

Berita Terkait :  Kesengsaraan Subaru Berlanjut di Anime Re : Zero Season 2

SumberSputnik News
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan