Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Mahfud MD Minta IPNU-IPPNU Jaga Persatuan Indonesia

Mahfud MD Minta IPNU-IPPNU Jaga Persatuan Indonesia

Berita Baru, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI Mahfud MD mengimbau Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) agar tetap membantu menjaga persatuan Indonesia melalui Islam moderat.

Mahfud MD membuka Kongres Ke-20 IPNU dan Kongres Ke-19 IPPNU di Gedung SG 2 Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (12/8).

“Kita merdeka karena dulu bersatu,” kata Menko Polhukam dalam sambutannya, mewakili Presiden Joko Widodo, di Jakarta, Jumat (12/8).

Untuk menjaga persatuan Indonesia, IPNU dan IPPNU kata Mahfud harus bisa memegang teguh Pancasila karena itu adalah ideologi negara. Karena itu tidak perlu mengusung negara Islam, kata Mahfud.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyatakan bahwa setiap manusia harus peduli pada kondisi kemanusiaan. Hal itu bisa dibuktikan melalui kerja nyata di akar rumput, dan tidak bisa dari pantauan kejauhan.

“Kita membutuhkan gerakan sosial yang mampu berperan secara strategis dan efektif,” ujar Gus Yahya.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PP IPNU Aswandi Jailani menyampaikan bahwa organisasi tersebut memiliki Panca Khidmat yaitu penguatan dan konsolidasi organisasi, penguatan kaderisasi, pengembangan inovasi, pemantapan ideologi, dan ketahanan informasi.

Secara umum, IPNU dan IPPNU merupakan inkubator pelajar Indonesia, sehingga perlu dirawat sebaik-baiknya. Harapannya, bisa melahirkan generasi yang memiliki kapasitas intelektual, sosial, dan spiritual.

Kongres Ke-20 IPNU mengangkat tema Akselerasi Pelajar NU untuk Indonesia Maju. Tema tersebut dipilih mengingat kondisi Indonesia dan dunia secara umum tengah diliputi problematika pandemi COVID-19 yang mempengaruhi seluruh sektor kehidupan masyarakat termasuk aspek pendidikan.

Kongres Ke-19 IPPNU mengangkat tema ‘Bersama Pelajar Putri, Bersama Pulih Kembali’. Tema tersebut dipilih dalam rangka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bangkit setelah dua tahun dilanda pandemi COVID-19.

Kebersamaan yang diangkat merupakan bentuk kolaborasi berbagai pihak untuk bangkit dan pulih dari segala hal negatif, baik kesehatan fisik, ekonomi, dan khususnya pendidikan.