Luhut Sindir Pejabat yang Enggan Gunakan Produk Dalam Negeri

Tangkapan layar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam Karya Kreatif Indonesia 2021: Eksotisme Lombok Seri 1, Rabu (3/3/2021).

Berita Baru, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, hingga saat ini masih banyak pejabat-pejabat Indonesia yang tidak menggunakan produk-produk dalam negeri. 

Hal itu disampaikan Luhut dalam pembukaan Karya Kreatif Indonesia 2021: Eksotisme Lombok – Seri 1 dengan tema Sinergi Globalisasi dan Digitalisasi UMKM dan Sektor Pariwisata secara virtual, Rabu, 3 Maret 2021.

“Masih banyak pejabat-pejabat kita yang tidak mengabaikan aturan yang sudah ada bahwa, harus menggunakan produk-produk dalam negeri sepanjang itu bisa dibuat di dalam negeri dan itu sudah masuk dalam LKPP,” kata Luhut dikutip kana YouTube Bank Indonesia, Rabu (3/3/2021).

Padahal, Luhut menjelaskan bahwa, produk-produk lokal termasuk produk dari Nusa Tenggara Barat (NTB) diminati oleh pasar mancanegara. Menurutnya, hal ini menunjukan potensi produk Indonesia begitu kuat dan perlu dikembangkan, sehingga memiliki nilai tambah.

Luhut mengatakan, Indonesia memiliki belanja barang dan belanja modal yang mencapai lebih dari Rp 1.200 triliun. Jika setengah dari total itu digunakan untuk membeli produk-produk dalam negeri, sudah dapat menciptakan jutaan lapangan kerja.

Menurut Luhut, melalui sinergi pemerintah dengan Bank Indonesia (BI) dalam mendukung UMKM dan mendorong produk unggulan sudah tepat dilakukan. 

Sinergi itu berupa Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata di Indonesia sudah menjadi jawaban terhadap tantangan yang dihadapi sektor industri pariwisata dan ekonomi kreatif, yang tertekan akibat pandemi Covid-19.

“Setelah Januari lalu kita mengangkat produk Bali, Februari mengangkat produk Danau Toba Sumatera Utara, bulan ini kita mengangkat produk Nusa Tenggara Barat, saya berharap dengan gerakan yang dilakukan dari daerah ke daerah dapat memotivasi UMKM, agar berlomba menjadi produk terbaik dengan nilai transaksi yang terus meningkat,” ujar Luhut.

Oleh sebab itu, Luhut berpesan kepada pejabat daerah beserta perwakilan BI yang ada di daerah akar terus bekerja keras untuk mendorong UMKM, sehingga terdaftar di ekosistem dan memacu meningkatnya transaksi.

“Saya titip pada kita semua pejabat, mari kita bekerja dengan hati, jangan kita merasa sombong, merasa hebat karena kita pada posisi ini. Ini posisi hanya sementara, tetapi apa yang kita kontribusikan kepada rakyat itu harus kita lakukan betul-betul dengan hati kita masing-masing,” tandas Luhut.

Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini