Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Luhut Minta Stop Deforestasi: Penanganan Polusi Udara dan Perubahan Iklim Harus Terpadu
(Foto: Kemenko Marves)

Luhut Minta Stop Deforestasi: Penanganan Polusi Udara dan Perubahan Iklim Harus Terpadu



Berita Baru, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan pentingnya mengurangi deforestasi untuk mengatasi permasalahan polusi udara dan perubahan iklim. Dalam kunjungan kerjanya ke Hulu DAS Citarum, Luhut menekankan bahwa saat ini adalah masa perang melawan polusi udara dan dampak perubahan iklim yang semakin parah.

“Jangan ada motong-motong pohon atau deforestasi lagi. Indonesia salah satu negara terbaik yang mengurangi deforestasi tahun lalu dan saya kira ini kerja keras dari KLHK,” ujar Luhut dalam siaran pers Kemenko Marves.

Selain pengurangan deforestasi, Menko Marves juga menyoroti perlunya penanganan lahan kritis dan masalah sampah. Ia menegaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang terbaik dalam penanganan polusi dan pengelolaan sampah. Luhut berkomitmen untuk mengambil langkah-langkah terpadu guna mengurangi polusi udara.

“Tak hanya itu, kita juga harus siap mengantisipasi dampak perubahan iklim di tahun ini dan tahun depan. Tahun musim kemarau akan menjadi lebih panjang dan kering, serta curah hujan yang lebih rendah,” tambahnya.

Luhut menyoroti pentingnya mengatasi masalah lahan kritis dan melaksanakan program penanaman pohon. Saat meninjau program penanganan lahan kritis di Desa Ciminyak, Luhut menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya global dalam menanam 50 juta pohon di seluruh dunia, dengan sekitar 20 juta pohon di antaranya akan ditanam di Indonesia.

“Rehabilitasi lahan kritis sebaiknya memberikan insentif kepada masyarakat setempat dan pohon-pohon yang ditanam bernilai ekonomi. Melalui praktik agroforestri, dapat terjadi pemulihan lingkungan dan keberlanjutan ekonomi,” jelasnya.

Luhut juga mengunjungi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Cicukang Oxbow, di mana ia menegaskan bahwa masalah sampah harus dikelola secara terpadu dari hulu hingga hilir. Menurutnya, sampah harus dimanfaatkan sebagai sumber ekonomi baru, mengingat isu sampah merupakan permasalahan krusial yang harus diselesaikan dengan cepat dan terintegrasi.