Langgar Hak Paten, Perusahaan AI China Ajukan Gugatan US$ 1,4M Pada Apple

Langgar Hak Paten, Perusahaan AI China Ajukan Gugatan US$ 1,4M Pada Apple. Foto: Mike Segar/Reuters.

Berita Baru, Internasional – Shanghai Zhizhen Network Technology Co. mengatakan pihaknya menuntut Apple atas perkiraan kerugian 10 miliar yuan (US$ 1,43 miliar) di pengadilan Shanghai. Shanghai Zhizen menuduh produk-produk iPhone dan iPad melanggar hak paten, Senin (3/8).

Shanghai Shizen atau biasa dikenal dengan Xiao-i berpendapat bahwa teknologi pengenalan suara Apple, Siri, melanggar paten yang diterapkannya pada 2004 dan diberikan pada 2009.

Siri merupakan salah satu aplikasi asisten pribadi dari pintar Apple yang memungkinkan pengguna dapat menyelesaikan segala sesuatu cukup dengan menggunakan suara, termasuk untuk melakukan panggilan telepon, mengirim pesan, dan sebagainya.

Menurut Reuters, pengumuman gugatan itu dilayangkan oleh Shanghai Shizen melalui media sosialnya, bahwa Shanghai Shizen meminta ganti rugi 10 miliar yuan (US$ 1,43 miliar) dan menuntut untuk menghentikan ‘pembuatan, penggunaan, penjualan, dan mengimpor’ produk yang melanggar paten, yaitu Siri.

Gugatan itu menandai kelanjutan dari pertikaian yang telah berlangsung selama hampir satu dekade.

Shanghai Zhizhen pertama kali menggugat Apple atas pelanggaran paten pada 2012 terkait teknologi pengenalan suaranya.

Berita Terkait :  Gedung Putih Tuduh Maduro Terlibat dalam Gerakan Protes Kematian George Floyd

Di tahun 2015, Apple juga memenangkan pengadilan dengan kasus yang sama dengan Shanghai Zhizen.

Pada bulan Juli, pengadilan China memutuskan bahwa paten itu sah.

Jika gugatan itu berhasil, maka hal itu dapat mencegah raksasa teknologi Amerika Serikat Apple untuk menjual banyak produknya di pasar terpentingnya di luar AS.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan