Berita

 Network

 Partner

Kota Malang
Kepala BPJS Kesehatan Malang, Dina Diana Permata.

Kota Malang Raih Status Universal Health Coverage

Berita Baru, Malang – Di Malang Raya, hanya Kota Malang yang sebagian besar warganya sudah ter-cover JKN-KIS yaitu sebesar 96,22 persen. Persentase ini didapat dari jumlah penduduk Kota Malang 860.452 jiwa, sebanyak 827.885 jiwa sudah tercover, sehingga Kota Malang telah mencapai Universal Health Coverage (UHC) atau cakupan kesehatan universal.

Adapun prasyarat untuk meraih prestasi itu, minimal 95 persen warga dari suatu daerah harus menjadi peserta JKN-KIS. Prestasi tersebut diraih atas kerja keras dan berbagai upaya dari BPJS Kesehatan Malang, seperti gencar melakukan sosialisasi akan pentingnya perlindungan kesehatan dan memaksimalkan kinerja para relawan atau para tenaga lapangannya.

Kepala BPJS Kesehatan Malang, Dina Diana Permata mengatakan bahwa faktor terbesar yang turut mendongkrak capaian itu adalah sinergitas dengan Pemkot Malang. Dan bak gayung bersambut, Wali Kota Malang Sutiaji ternyata memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya perlindungan kesehatan bagi warganya, terutama saat adanya wabah Covid-19.

Berita Terkait :  Turnamen Bulutangkis Yuzu Indonesia Master 2019 Dimulai

“Hal tersebut terealisasi dengan dikucurkannya alokasi anggaran dari APBD Pemkot Malang sebesar sembilan miliar rupiah setiap bulan untuk membayar kepesertaan JKN-KIS bagi warga yang kurang mampu. Konkretnya, dari 827.886 warga Kota Malang, 223.051 warga diantaranya masuk menjadi peserta penerima bantuan iuran atau PBI dari Pemkot Malang yang sumber pendanaannya diambil dari alokasi anggaran tersebut,” imbuh Dina, Rabu petang (15/7).

Pasca raihan ini, terang perempuan berkacamata itu, BPJS Kesehatan Malang akan terus menggenjot program dan sejumlah pelayanannya, sehingga di Kabupaten Malang dan Kota Batu nantinya juga dapat memenuhi prasyarat menuju status Universal Health Coverage juga.

“Saat ini di Kabupaten Malang, warga yang menjadi peserta JKN-KIS sekitar 60 persen dan di Kota Batu ada di kisaran 70 persen. Berbagai potensi dan peluang, terutama dengan bergandengan tangan dengan pemda setempat akan terus di maksimalkan untuk merealisasikan target tersebut,” ujar Dina.

Berita Terkait :  Pasca Gempa, Mensos Minta Bupati Lumajang Pastikan Keamanan Warga