Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Konggres Kedua Ulama Perempuan Indonesia Angkat Lima Tema Krusial

Konggres Kedua Ulama Perempuan Indonesia Angkat Lima Tema Krusial



Berita Baru, Semarang – Berbagai ulama perempuan akan menghadiri Kongres Kedua Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) ke-2 di Semarang dan Jepara sejak 23-26 November 2022. Tema yang diusung ialah meneguhkan peren perempuan untuk peradaban yang berkeadilan.

“Bicara isu peradaban itu bicara isu sosial kemasyarakatan, di KUPI II ini akan membahas lima krusial,” kata Ruhah Masruchah, Ketua Panitia Pelaksana KUPI II dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Senin (21/11/2022).

Ia menjelaskan tema pertama ialah peran perempuan dalam merawat bangsa dari bahaya kekerasan atas nama negara seperti intoleransi maupun radikalisme. Kemudian tema lainnya ialah pengelolaan dan pengolahan sampah rumah tangga untuk keberlanjutan lingkungan.

Selanjutnya isu perlindungan perempuan dari bahaya perkawinan paksa. Lalu ada juga pembahasan tentang perlindungan jiwa perempuan dari bahaya kehamilan akibat pemerkosaan.

Kemudian yang terakhir isu perlindungan perempuan dari bahaya praktik pemotongan genetalia perempuan tanpa alasan medis. 

Selain itu, ia menjelaskan bahwa konggres KUPI sebelumnya atau KUPI I dinilai berhasil karena menjadi pandangan strategis banyak pihak termasuk dari DPR maupun gerakan sipil.

Misalnya hasil konggres KUPI 1 masuk dalam pertimbangan Badan Legislatif ketika membahas Undang Undang (UU) Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) maupun UU Nomor 16 tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan.  

“Tak hanya itu, secara khusus Kementerian Agama ketika mengeluarkan peraturan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual juga menggunakan referensi fatwa keagamaan KUPI, “ katanya

Wakil Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang bidang Akademik dan Kelembagaan,  Prof. Muhsin Djamil menyebut  bahwa tema KUPI ke-2 sangatlah bermanfaat bagi kampusnya. Di antaranya pada segi akademik, tema tersebut dapat memberikan proses pembelajaran yang dinilai baru dan kontekstual untuk dipelajari mahasiswa.

Selain itu, tema KUPI  juga bagus untuk masuk dalam penelitian yang menyangkut dimensi gender. Di samping itu, pada pengabdian kampus ke masyarakat.

“Ada problem krusial yang menyangkut relasi antara laki laki dan perempuan yang dimensinya juga sangat luas, ada dimensi kebangsaan, dimensi gerakan, dan lain sebagainya,” katanya

Untuk diketahui KUPI ke-2 akan diikuti oleh 1.500 peserta yang diikuti dari 37 negara. Adapun peserta dari Indonesia mencangkup 30 provinsi.