Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Rekrut Banyak Pemain Top dan Menjadi Klub Terkaya, Kenapa PSG Tak Kunjung Juara Liga Champions? (istimewa)
Rekrut Banyak Pemain Top dan Menjadi Klub Terkaya, Kenapa PSG Tak Kunjung Juara Liga Champions? (istimewa)

Rekrut Banyak Pemain Top dan Menjadi Klub Terkaya, Kenapa PSG Tak Kunjung Juara Liga Champions?

Berita Baru, Sepakbola – PSG menjadi salah satu klub besar yang sama sekali belum pernah raih trofi Liga Champions.

Kendati mereka memiliki kestabilan ekonomi dan bejibun kontrak pemain top, namun belum juga dapat meraih trofi agung kasta teratas kejuaraan Eropa itu.

PSG sendiri sudah banyak menghabiskan biaya unruk merekrut pemain mahal. Les Parisiens bahkan sempat menjadi runner-up Liga Champions 2019/2020, namun pada musim selanjutnya cuma melaju sampai semifinal.

Pencapaian Paris Saint-Germain di Liga Champions makin merosot di Liga Champions 2021/2022. Sudah ada Lionel Messi, Les Parisiens malah terhenti di babak 16 besar karena didepak Real Madrid.

Komentar Gelandang PSG

Gelandang PSG, Marco Verratti (istimewa)
Gelandang PSG, Marco Verratti (istimewa)

Di tanya soal kebutuhan PSG agar raih trofi Liga Champions, Marco Verratti menjawab bahwa Les Parisiens harus terus berkerja keras.

Pemain PSG yang berposisi sebagai gelandang tersebut dengan tegas menyatakan bahwa klubnya hanya butuh kesolidan saja untuk meraih trofi UCL.

“Kami tidak ketinggalan banyak, kami memainkan final dan semifinal dalam dua tahun, kami harus terus bekerja keras dan, mungkin, tidak memulai dari awal setiap saat,” kata Verratti kepada Sportweek, seperti dikutip La Gazzetta dello Sport.

Meski belum pernah pegang trofi Champions, Marco Verratti cukup bangga dengan pencapaian Les Parisiens yang selama 10 tahun terakhir sudah kantongi 28 trofi.

“Semua orang ingin berbuat lebih banyak, tetapi kami telah memenangkan 28 trofi dalam sepuluh tahun dan itu bukan sesuatu yang didapat dengan mudah. Kami akan mencoba memenangkan Liga Champions setiap musim, kami tahu itu adalah trofi yang paling penting,” sambungnya.

Paris Saint-Germain sebetulnya punya peluang untuk melangkah lebih jauh di Liga Champions musim lalu. Namun, kesalahan Gianluigi Donnarumma saat melawan Real Madrid menjadi bencana.

“Itulah sepakbola. Dia diperlakukan seperti raja pada bulan Juli dan orang-orang melemparinya dengan batu pada bulan Maret,” kata Verratti.

“Gigio masih muda, namun dia memiliki banyak pengalaman. Dia juga sedikit menderita di Milan, tetapi dia adalah masa depan kami, kami senang memilikinya di PSG,” Verratti menegaskan.