Kisah Farid, Sarjana Asal Gresik Jadi Petani yang Sukses Tanam Lada Hitam

-

Berita Baru, Gresik – Memilih menjadi petani dengan latarbelakang seorang sarjana tidaklah mudah. Apalagi lulusan dari kampus negeri yang namanya cukup dikenal di Indonesia.

Namun itu tidak berlaku bagi Farid Hasan, pria asal Desa Mojopuro Wetan, Kecamatan Bungah, Gresik yang berhasil mengembangkan komoditas pertanian jenis rempah lada hitam atau merapin.

Di lahan seluas 2000 meter persegi tak jauh dari rumahnya, pria berusia 41 tahun lulusan Universitas Sunan Kali Jogo (UIN Suka) Yogyakarta ini sukses menanam pohon lada hitam sejak Februari 2020 lalu.

Farid begitu sapaan akrabnya, mengaku tak asal-asalan dalam melakoni usahanya. Sebab, ia ingin membuktikan bahwa potensi usaha pertanian juga bisa menghasilkan omzet jauh diatas pegawai.

Menurutnya, selama menanam pohon hingga perawatan lahan dan apapun yang berkaitan. Farid bahkan selalu berkonsultasi dengan seorang ahli bergelar profesor. Alhasil, tanaman lada hitam sebanyak 120 pohon miliknya kini tumbuh subur dan hampir panen.

Berita Terkait :  TAKE Depik Bener Meriah Selaras Dengan Program SDGs Desa
Berita Terkait :  Ngaji Bareng Santri Attaubah Rutan kelas II Cerme, Ketua MUI Gresik Beber Kekuatan Do'a di Bulan Ramadhan

“Saya ingin membuktikan bahwa bertani juga bisa menghasilkan omzet yang tidak kalah dari usaha lain, agar menjadi edukasi bagi generasi muda tidak canggung melakoni usaha tani, dan alhamdulillah sekarang tamanan saya tumbuh subur hampir panen,” ucapnya.

Padahal dulunya, banyak orang menganggap Farid orang yang nekat karena bertani lada hitam atau merica. Sebab disekitar lahan miliknya tidak ada satupun yang menanam lada hitam. Apalagi lahan miliknya adalah lahan kering yang sebelumnya hanya ditumbui rumput semak belukar.

Seolah tidak peduli pendapat orang, pria sarjana jurusan Hukum Islam (SHI) itu terus bekerja keras menyulap lahannya menjadi produktif. Hebatnya lagi, Farid tidak menggunakan obat maupun pupuk kimia dalam merawat tanamannya.

Berita Terkait :  Targetkan Akhir Juli Angka Covid-19 Turun, Bupati Gresik Luncurkan Mobil Keliling Desa

“Awalnya dulu banyak orang meragukan, bahkan pesimis tanaman saya bisa tumbuh, tetapi saya yakin bahwa usaha tidak akan menghianati hasil, disertai dengan kerja keras,” terangnya.

Tekat kuat dan kerja keras Farid adalah ingin mewujudkan satu hal, yaitu memanen hasil pertanian yang unggul sehingga orang-orang puas. Pada akhirnya, apa yang dia pengin terwujudkan.

Berita Terkait :  Buntut Polemik Dugaan Alih Fungsi Lahan, Forkot Gresik Laporkan Pengembang Dakota City ke Ranah Hukum

Lada hitam dari lahan pertanian Farid kini mulai banyak tetangga sekitar mencicipi untuk dijadikan bumbu masakan. Ia bahkan optimis kedepan hasil panennya akan mamu memasok pasar-pasar tradisional bahkan sampai menembus pasar ekspor.

Farid berharap, pemerintah kedepan lebih peduli terhadap inovasi yang lahir dari tangan para petani khususnya warga lokal Gresik. Sehingga sektor sektor pertanian bisa menjadi salah satu alternatif pemacu roda kebangkitan ekonomi di masa Pandemi Covid-19.

Berita Terkait :  Pimpin Apel Perdana Usai Libur Hari Raya, Bupati Gus Yani Pesan ASN Tingkatkan Pokes

“Tentu saya berharap pemerintah lebih perhatian terhadap inovasi yang diciptakan para petani, agar kedepan sektor pertanian benar-benar menjadi sentra lumbung pangan dan kebangkitan ekonomi di masa pademi Covid-19,” tutupnya.

Karena sosoknya yang inspiratif itu, Farid diundang sebagai pilot project Teknologi Tepat Guna (TTG) bidang pertanian disalah satu seminar pertanian yang diselenggarakan oleh Forum Kota (Forkot) dengan menghadirkan 3 narasumber, yakni Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani dan Kepala Dinas Pertanian Eko Anindito Putro, dan Dr. Herman Maulana.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments