Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Duniaku

Kedekatan Henya dan Gyomei dalam Anime Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba



Berita Baru, Anime – Anime Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Season 3 memunculkan karakter yang sudah lama tidak dimunculkan yakni Genya. Karakter ini menyedot perhatian penggemar karena senjata dan gaya bertarungnya yang berbeda dengan para pembasmi iblis lainnya.

Ketika yang lainnya menggunakan senjata pedang nichirin, Genya menggunakan kombinasi senapan laras ganda dan Nichirin Wakizashi. Senapan laras ganda menggunakan amunisi yang terbuat dari Scarlet Crimson Iron Sand dan Scarlet Ore, yang memungkinkannya membunuh iblis dari jarak jauh sekalipun.

Kedekatan Henya dan Gyomei dalam Anime Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba
Sumber: Duniaku

Genya adalah sosok pemarah dan tidak memiliki rasa hormat kepada orang-orang di sekitarnya. Karakternya yang demikian mengindikasikan jika Genya memiliki masa lalu yang buruk. Selain senjata yang berbeda, Genya juga memiliki gaya bertarung yang tidak sama dengan yang lainnya. Pada episode 4 lalu misalnya, saat iblis menusuk dada Genya, Ia berbalik merapal mantra dan tiba-tiba Genya kembali terbangun. Pada episode 5 selanjutnya akan menjelaskan kenapa Genya berbeda.

Keanehan Genya rupanya dipengaruhi oleh kedekatannya dengan Hashira Batu, Gyomei. Mantra yang dibaca Genya saat Ia terluka melawan Hantengu yakni Sutra Amida, salah satu nyanyian penting dalam agama Buddha. Hal tersebut rupanya merukana instruksi dari Gyomei.

Gyomei tahu jika Genya tidak mampu menguasai teknik pernafasan yang membutuhkan ketenangan dan konsentrasi total. Karena itu Genya merapal mantra agar dia bisa tetap fokus. Hal ini juga menjadi alasan kenapa Ia menggunakan senjata senapan alih-alih pedang nichirin.

Kedekatan Henya dan Gyomei dalam Anime Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba
Sumber: Duniaku

Gyomei sendiri, seorang Hashira Batu merupakan Hashira terkuat di antara pasa pembasmi iblis. Ia adalah sosok biarawan Buddha yang sangat religius. Saat Genya melafalkan sutra, hal tersebut sudah mengindikasikan jika Ia dilatih oleh Gyomei.

Namun meski Genya berlatih dengan Gyomei, Genya tidak bisa dikatakan sebagai Tsuguko. Tsuguko adalah gelar yang diberikan kepada petarung yang sangat berbakat yang diberikan oleh mentor mereka misalnya Mitsuri mendapatkan gelar tersebut dari Rengoku. Namun Genya sayangnya tidak bisa mendapatkan gelar tersebut. Alasanannya, Genya tidak menguasai teknik pernafasan, salah satu prasyarat bagi seorang murid untuk menjadi seorang Tsuguko.