Berita

 Network

 Partner

Kasus Terinfeksi di AS Mencapai 100.000, Dua Kali Lipat dalam Tiga Hari
(Foto: CNBC)

Kasus Terinfeksi di AS Mencapai 100.000, Dua Kali Lipat dalam Tiga Hari

Berita Baru, Internasional – Kasus COVID-19 yang terkonfirmasi di AS melampaui 100.000 orang pada Jumat (27/3), naik  dua kali lipat hanya dalam tiga hari. Dilansir dari CNBC, Sabtu (28/3), data dari Johns Hopkins University menunjukkan jumlah kasus coronavirus sebanyak 101.707 dan jumlah total kematian di AS adalah 1.544.

Virus ini muncul di Wuhan, China, pada bulan Desember, kemudian menyebar ke lebih dari setengah juta orang di hampir setiap negara di dunia dan terus meluas dengan sangat cepat.

“Pandemi ini semakin cepat,” Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pada hari Senin saat konferensi pers dari kantor pusat organisasi Jenewa. “Butuh 67 hari dari kasus yang dilaporkan pertama untuk mencapai 100.000 kasus, 11 hari untuk 100.000 kasus kedua, dan hanya empat hari untuk 100.000 kasus ketiga.”

Berita Terkait :  Kasus Covid-19 di Mumbai Melonjak, Pasien Dirawat Bersama Mayat

Kasus AS yang dikonfirmasi melewati 50.000 pada hari Selasa (24/3), naik dari angka 5.000 dari minggu lalu. Pada awal bulan, ada sekitar 100 kasus yang dikonfirmasi di AS. Pada hari Kamis (26/3), kasus yang dikonfirmasi di AS melampaui kasus China dan Italia, sehingga AS menjadi negara dengan menjadikannya negara dengan wabah terbesar di dunia.

Jumlah kasus yang dikonfirmasi kemungkinan berbeda dengan jumlah terinfeksi yang sebenarnya di seluruh negeri. Para pejabat bahkan telah mengakui bahwa pengujian di AS terhambat oleh penundaan dan kriteria diagnostik terbatas yang membatasi siapa yang dapat dites.

Dengan 44.635 kasus yang dikonfirmasi pada Jumat pagi (27/3), negara bagian New York menyumbang hampir setengah dari semua kasus di AS, menurut Gubernur Andrew Cuomo. Dia mengatakan pada hari Kamis (26/3) bahwa pertumbuhan angka oenyebaran yang cepat sebagian disebabkan oleh “simpanan” infeksi yang belum dikonfirmasi karena kurangnya pengujian.

Berita Terkait :  Mengungkap Kematian Grace Millane, Gadis Backpacker Inggris

Namun, virus itu tampaknya menyebar ke beberapa titik di seluruh negeri, termasuk Los Angeles, Detroit, New Orleans, dan kota-kota lain di seluruh negeri.

Wabah besar di hot spot seperti New York mengancam akan membanjiri sistem rumah sakit setempat, yang memiliki jumlah tempat tidur, staf, dan peralatan yang terbatas, terutama ventilator, perangkat yang berpotensi menyelamatkan jiwa. Kota-kota dan negara-negara di seluruh negeri telah meluncurkan langkah-langkah ketat untuk mengekang penyebaran virus tersebut.

Dua puluh tiga negara bagian telah mengeluarkan aturan untuk berada di rumah dan menutup bisnis yang tidak penting. Tujuh negara bagian dan Washington, D.C., juga telah menutup bisnisnya. Beberapa kota atau kabupaten di Florida, Texas, dan Pennsylvania bahkan berinisiasi mengeluarkan peraturan untuk tinggal di rumah saja tanpa adanya mandat di seluruh negara bagian.

Berita Terkait :  Xiaomi Mengatakan AS Telah Resmi Cabut Larangan Sekuritas