Berita

 Network

 Partner

Kapal Pencuri 1 Ton Ikan Berbendera Vietnam Ditangkap
Ilustrasi penangkapan kapal ilegal (Foto: Istimewa)

Kapal Pencuri 1 Ton Ikan Berbendera Vietnam Ditangkap

Berita Baru, Jakarta – TNI Angkatan Laut, berhasil menangkap kapal pencuri ikan berbendera Vietnam yang bermuatan sebanyak 1 ton ikan.

Panglima Komando Armada I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid mengatakan penangkapan kapal pencuri tersebut bermula saat timnya melakukan Operasi Rakata Jaya 20 di wilayah Laut Natuna Utara.

“Koarmada I saat ini sedang melaksanakan Operasi Rakata Jaya 20 mendapati aktivitas ilegal yang dilakukan oleh Kapal Berbendera Asing di Perairan Landas Kontinen Indonesia. KRI Bung Tomo-357 yang saat itu sedang berpatroli, melakukan penangkapan terhadap KIA Vietnam KG 90186 TS,” kata Abdul, Rabu (26/8).

Pada awalnya, menurut Abdul kapal ikan asing berbendera Vietnam itu sempat melarikan diri ke arah utara keluar dari garis Landas Kontinen Indonesia saat dipergoki TNI AL.

Berita Terkait :  Nelayan Indonesia Kuasai Perairan Natuna

Mereka dengan sengaja mematikan lampu kapal untuk mengelabui pengejar. Meski begitu, kapal tersebut tetap berhasil ditangkap.

Kapal berbendera Vietnam tersebut bernama KG 90186 TS dengan 12 orang anak buah kapal (ABK) yang seluruhnya berkewarganegaraan Vietnam.

Kapal ini juga diketahui memuat ikan campur sekitar 1 Ton dari hasil kegiatan menangkap ikan di perairan ZEE Indonesia di Laut Natuna Utara. Selanjutnya, kapal ditarik ke Lanal Tarempa untuk dilakukan pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjutan.

“Saat ini Kapal sudah merapat di Lanal Tarempa, seluruh ABK diperiksa kesehatan sesuai protokol Covid-19. Kapal yang digunakan beserta barang yang dibawa disterilkan dengan disemprot disinfektan. Terhadap keduabelas ABK akan dilakukan isolasi mandiri di kapal dengan pengawasan Personel Lanal Tarempa untuk meyakinkan ABK tersebut tidak membawa wabah Covid-19 ke Anambas” lanjutnya.

Berita Terkait :  Kementerian ESDM Tekankan Pengembangan Energi Ramah Lingkungan

Abdul menyebutkan pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan pemberantasan tindak pidana di laut, terutama di wilayah Natuna.

“Koarmada I akan selalu melakukan pengawasan di wilayah kerja termasuk di Laut Natuna Utara yang disinyalir sampai saat ini masih didapati aktifitas illegal fishing oleh kapal ikan asing,” kata Abdul.