Iran Tidak Pernah Menginginkan Senjata Nuklir

Senjata Nuklir
Presiden Iran, Hassan Rouhani dalam sebuah sesi pidato (poto: @fusepetal)

Berita Baru, Internasional – Pada hari Senin (26/8), presiden AS dan Prancis sepakat bahwa Teheran tidak boleh menproduksi senjata nuklir dan harus mematuhi kewajiban internasional tersebut.

Iran pun segera merespon kesepakatan itu. Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh TV lokal pada hari Selasa (27/8) bahwa Iran “tidak pernah menginginkan senjata nuklir”.

Mengomentari kesepakatan nuklir Iran, Presiden Rouhani memperingatkan bahwa Teheran akan terus mengurangi komitmen nuklirnya kecuali AS mencabut sanksi yang diberikan kepada mereka. Menurut Rouhani, meringankan sanksi bisa menjadi langkah pertama untuk negosiasi, jika tidak, maka tidak akan ada perubahan dalam status quo.

“Tanpa penghapusan sanksi dan meninggalkan jalan keliru yang telah dipilih AS, kami tidak akan melihat perubahan positif. Washington memiliki kunci untuk perubahan positif,” Rouhani mengatakan dalam pidato yang disiarkan oleh televisi Iran.

Iran adalah topik utama dalam forum diskusi G7 di Biarritz, Prancis. Selama KTT, Presiden Trump mengatakan bahwa ia memiliki firasat yang baik soal negosiasi dengan Iran.

Berita Terkait :  Iran Diguncang Gempa, Lima Orang Tewas dan 120 Luka-Luka

Hubungan antara Washington dan Teheran memburuk ketika pemerintahan Trump menarik AS dari kesepakatan nuklir Iran dan menjatuhkan sanksi terhadap Republik Islam Syiah itu. Trump berargumen bahwa kesepakatan nuklir telah “cacat” dan berulang kali meminta diadakan pertemuan dengan para pejabat Iran untuk menegosiasikan kesepakatan baru.

Teheran sejauh ini menolak tawaran ini, dengan mengatakan bahwa AS pertama-tama harus mencabut sanksi, karena negara itu tidak akan bernegosiasi selama masih berada di bawah tekanan.

Sumber: BBC
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan