Iran Apresiasi Langkah Kuwait dalam Mengakhiri Konflik Teluk

-

Berita Baru, Internasional – Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif mengapresiasi penuh upaya resolusi Kuwait untuk mnegakhiri konflik di wilayah Teluk.

“Kami menyambut baik pemahaman di Teluk Persia yang diumumkan oleh Kuwait. Kebijakan lama Iran adalah diplomasi, hubungan bertetangga yang baik & dialog regional. Kami berharap rekonsiliasi berkontribusi pada stabilitas dan perkembangan politik & ekonomi bagi semua orang di wilayah kami,” tulis Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif, dalam sebuah tweet.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Kuwait mengatakan pada hari Jumat (4/12) bahwa perselisihan Teluk telah berakhir. Perselisihan tersebut, seperti dilansir dari Reuters, adalah muasal Arab Saudi dan sekutunya memboikot Qatar selama lebih dari tiga tahun.

Amerika Serikat dan Kuwait telah melakukan konsensi untuk mengakhiri perselisihan setelah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik, perdagangan, dan perjalanan dengan Qatar pada pertengahan 2017. Washington mengatakan pihaknya menginginkan front Teluk bersatu melawan Iran.

“Diskusi yang bermanfaat telah terjadi baru-baru ini di mana semua pihak menyatakan keinginan mereka untuk persatuan dan stabilitas Teluk dan Arab, dan untuk mencapai kesepakatan akhir yang mewujudkan solidaritas yang langgeng,” kata Menteri Luar Negeri Kuwait, Sheikh Ahmad Nasser al-Sabah dalam sebuah pernyataan.

Nasser al-Sabah juga memuji upaya baru-baru ini oleh penasihat senior Gedung Putih Jared Kushner, yang mengadakan pembicaraan di Doha pada hari Rabu setelah kunjungan ke Arab Saudi.

Sumber Teluk yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa yang terpenting adalah semua pihak telah setuju untuk bergerak maju dengan diskusi.

Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani melalui postingannya di Twitter menyambut pernyataan Kuwait tersebut sebagai “langkah penting” untuk menyelesaikan keretakan.

Zarif dari Iran mengaku  menyambut baik upaya rekonsiliasi Teluk yang diumumkan oleh Kuwait.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan, keretakan yang terjadi antara negara Teluk dan AS diharapkan segera selesai.

“Kami berharap semuanya akan bergerak ke arah yang benar saat ini. Kami tidak dapat memprediksi apakah itu akan segera terjadi atau menyelesaikan masalah dalam satu hari,” kata Pompeo pada konferensi online “Dialog Mediterania” melalui videolink.

Empat negara lainnya menuduh Doha mendukung terorisme. Qatar, yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS terbesar di kawasan itu, membantah tuduhan itu dan mengatakan boikot itu bertujuan untuk merusak kedaulatannya.

Washington telah mendorong negara-negara itu untuk membuka kembali wilayah udara Teluk untuk pesawat Qatar sebagai langkah pertama untuk mengakhiri krisis, kata para diplomat dan sumber.

Saat ditanya apakah gagasan resolusi akan bersifat bilateral atau mencakup semua negara Teluk, menteri Qatar mengatakan itu harus “holistik” dan didasarkan pada rasa saling menghormati.

“Tidak ada negara yang berada dalam posisi untuk memaksakan tuntutan apa pun kepada negara lain, baik dari Qatar atau dari kuartet … Setiap negara harus memutuskan kebijakan luar negerinya,” tambahnya.

Keempat negara telah menetapkan 13 tuntutan untuk Qatar, mulai dari menutup televisi Al Jazeera dan menutup pangkalan Turki hingga memutuskan hubungan dengan Ikhwanul Muslimin dan menurunkan hubungan dengan Iran, yang berbagi ladang gas raksasa dengan Qatar.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments