Berita

 Network

 Partner

Inovasi Tempat Sampah Berbasis Internet Mahasiswa UQ Gresik, Dilengkapi LCD dan Notifikasi

Inovasi Tempat Sampah Berbasis Internet Mahasiswa UQ Gresik, Dilengkapi LCD dan Notifikasi

Berita Baru, Gresik – Mahasiswa Universitas Qomaruddin (UQ) Gresik kembali berkiprah dibidang inovasi teknologi. Inovasi tersebut berupa menciptakan tempat sampah berbasis internet yang dilengkapi dengan LCD dan notifikasi atau pemberitahuan melalui Handphone.

Komponen alat ini dirancang menggunakan komponen mikro kontroler sebagai otak perangkat, dan menggunakan sensor mikrosonik untuk mengetahui level sampah atau volume sampah. Sehingga bisa mendeteksi volume sampah yang telah terisi penuh dan tidaknya, dan memudahkan petugas pembersih sampah. 

Merupakan karya inovasi sebagai jawaban atas permasalahan kebersihan lingkungan. Ide ini dicetuskan oleh tiga mahasiswa jurusan teknik elektro UQ Gresik yakni Mohammad Andrew Rafsanjany (24). Firman, Rozi dan Nanang, didampingi Hariadi selaku Dosen pembimbing.

Berita Terkait :  Dukung Teknologi Pemanas Hijau, Inggris Gelontorkan 270 Juta Pound

Ketua Tim Mohammad Andrew Rafsanjany mengatakan, alat ini akan memberi pesan pemberitahuan pemilik rumah volume sampah yang telah terisi melalui layar LCD yang terpasang di tempat sampah. Serta mengirim pesan suara ke handphone melalui Aplikasi yang telah terkonfigurasi dengan jaringan internet.

“Ada pemberitahuan volume sampah di layar LCD dan terkoneksi blynk. Aplikasi yang sudah ada di Play Store tetapi di konfigurasi sendiri oleh mahasiswa,” katanya.

Andrew menjelaskan, keunggulan lain yang dimiliki alat ini adalah bisa dikontrol jarak jauh. Sehingga dimanapun pemilik berada akan mendapatkan informasi volume sampah yang ada di rumahnya.

“Karena sudah berbasis internet, maka dimanapun berada pemilik akan dengan mudah mendapat suara pemberitahuan volume sampah dirumahnya, bahkan di tempat jauh pun bisa dikontrol,” terangnya.

Berita Terkait :  KPU Bandar Lampung Sarankan Bakal Calon Perseorangan Ajukan Gugatan

Lebih lanjut, Andrew menuturkan, alat ini akan lebih membantu di gedung-gedung berlantai lebih dari satu, petugas kebersihan tidak perlu bolak-balik mengontrol sampah, sebab dia akan setiap saat mendapat pemberitahuan. 

“Terutama di gedung tingkat, pasti akan sangat membantu para petugas kebersihan, jadi tidak bolak-balik naik turun mengecek tempat sampah, cukup dari HP saja,” tandasnya.

Sementara Dosen Pembimbing, Hariyadi berharap inovasi yang diciptakan oleh mahasiswa didiknya ini tidak hanya sebatas penelitian akademik di tingkat akademik saja, tetapi juga bisa diproduksi masal. 

“Harapannya bisa lebih dikembangkan, dan ada perhatian dari pemerintah untuk mendukung dari hasil penelitian mahasiswa. Sebab bagaimanapun karya inovasi ini tentu sangat bermanfaat terutama terkait inovasi di OPD yang ada di lingkup Pemkab Gresik,” tuturnya.

Berita Terkait :  Teknologi Ini Prediksi Alzheimer dengan Akurasi Hampir 100 Persen

Sejauh ini, kata dia, setidaknya telah ada 12 produk karya inovasi yang berhasil diciptakan mahasiswa didiknya, semua karya inovasi tersebut berbasis internet of things (IOT) atau sistem internet cerdas yang bisa dikendalikan dengan jarak jauh.

“Sudah ada 12 karya inovasi yang berhasil diciptakan mahasiswa, dan semuanya memiliki fungsi masing-masing, tentu jika pemerintah peduli akan sangat bermanfaat untuk mewujudkan program Smartfren City,” pungkasnya.